Wisata Sejarah yang Edukatif di Surabaya

Quest Hotel Surabaya merupakan salah satu hotel berbintang 3 di daerah Tegalsari yang memilki daya tarik tersendiri untuk menyedot minat para pelancong. Mengapa tidak? Hotel yang mengusung tema dengan warna dominan ‘serba ungu’ ini tentu memiliki ciri khas yang cukup unik apabila dibandingkan dengan hotel lainnya. Apabila Anda tertarik dan penasaran bagaimana manisnya suasana ungu di Quest Hotel Surabaya, Anda bisa booking Quest Hotel Surabaya melalui traveloka.

Sumber: questhotels.com

Sumber: questhotels.com

Setelah Anda memilih Quest Hotel Surabaya untuk bermalam bersama keluarga, sekarang saatnya Anda menyusun rencana perjalanan yang akan dilakukan selama berada di kota yang dijuluki dengan sebutan Kota Pahlawan ini. Jika tidak, maka Anda akan kebingungan untuk mengunjungi destinasi wisata yang seperti apa dan cocok untuk keluarga kecil Anda. Hal ini dikarenakanada cukup banyak destinasi wisata yang ditawarkan di Kota Surabaya.

Banyaknya jenis destinasi wisata yang tersedia di Surabaya, wisata sejarah nan edukatif mungkin sangat cocok bagi Anda dan keluarga. KarenaKota Surabaya memiliki arti sejarah tersendiri dalam perjuangan rakyat Indonesia untuk mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan bangsanya. Apalagi bagi Anda yang masih memiliki anak usia sekolah, tentu wisata sejarah ini menjadi nilai tambah pengetahuan yang mampu menumbuhkan rasanasionalis pada generasi penerus bangsa.

1. Monumen Bambu Runcing

Sumber: rafihydar.it.student.pens.ac.id

Sumber: rafihydar.it.student.pens.ac.id

Bambu runcing adalah salah satu senjata tradisonal yang digunakan rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada masa itu karena terbatasnya jumlah sejata yang dimiliki masyarakat, maka sebilah bambu dibuat meruncing seperti tombak untuk menjatuhkan musuh yang berusaha merebut Indonesia.

Bambu runcing memiliki simbol perjuangan rakyat Indonesia. Maka dari itu, dibangunlah Monumen Bambu Runcing, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Surabaya. Monumen ini juga dibangun sekaligus untuk mengenang jasa para pahlawan yang dirayakan setiap tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Monumen Bambu Runcing kini dijadikan ikon pariwisata Kota Surabaya dan merupakan salah satu situs warisan sejarah bagi bangsa Indonesia. Monumen ini memiliki 5 pilar yang dibuat meruncing layaknya bambu runcing dengan ketinggian pada masing-masing pilar yang berbeda. Selain itu, bagian tengah pilar yang sengaja dibuat berongga akan mengeluarkan air seperti air mancur pada waktu tertentu.

Sumber: balakadut.deviantart.com

Sumber: balakadut.deviantart.com

Dengan mengamati Monumen Bambu Runcing  yang berada di tengah keramaian pusat Kota Surabaya, tentunya bisa membuat Anda merasakan jiwa patriotisme yang dimiliki para pejuang pada masa itu. Monumen Bambu Runcing juga dikelilingi oleh taman yang bisa digunakan masyarakat maupun para pelancong untuk sekadar bersantai menikmati suasana Kota Surabaya. Apalagi kala malam menjelang, saat gemerlap lampu mulai menerangi suasana kota.

2. Monumen Perjuangan Polri

Sumber: kaskus.co.id

Sumber: kaskus.co.id

Tidak sampai disitu saja kegigihan para pejuang Indonesia, Surabaya juga mengapresiasi perjuangan para aparatur negara, yaitu tekad dan semangat anggota Polri untuk membela harga diri bangsa Indonesia di hadapan tentara Jepang.Agar kesetiaan anggota Polriyang bersatu bersama rakyat Indonesia untuk melawan penjajah dapat terus dikenang oleh masyarakat Indonesia, pemerintah setempat memutuskan untuk membangun monumen ini.

Monumen Perjuangan Polri yang terletak di daerah Tegalsari menunjukkan bahwa jiwa patriotisme yang dimiliki masyarakat Indonesia, khususnya bagi para anggota Polri tak pernah pudar terkikis waktu hingga saat ini untuk mempertahankan tanah air tercinta, yaitu kemerdekaan Republik Indonesia.

3. Monumen Gubernur Suryo

Sumber: kompasiana.com

Sumber: kompasiana.com

Selain Monumen Bambu Runcing dan Monumen Perjuangan Polri, Pemerintah Surabaya juga membangun sebuah monumen yang dinamakan Monumen Gubernur Suryo. Hal ini dimaksudkan untukmenghormati nama gubernur Jawa Timur yang pertama yaitu Gubernur Suryo yang terbunuh karena kegigihannya dalam melawan penjajah. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasanya pada saat terjadi gencatan senjata di Surabaya pada tahun 1945.

Monumen ini berada di kawasan Taman Apsari Surabaya, tepatnya di depan rumah dinas gubernur.Dibawah Monumen Gubernur Suryo terdapat prasasti naskah proklamasi.  Monumen ini dikelilingi oleh taman dan air mancur. Selain itu, di monumen ini juga terdapat fasilitas bagi para pelacong untuk sekadar melepas lelah, seperti kantin, taman bermain anak, pendopo, kios cendera mata, musholla, toilet, sertakelengkapanlainnya.

 

This entry was posted in Review.

Leave a Reply