Skilled Youth Tahap 3, Upaya Citi Indonesia bersama IBL untuk Meningkatkan Kompetensi Generasi Muda

Bertempat di Financial Club, Graha CIMB Niaga, Citi Indonesia bersama Indonesia Business Links (IBL) pada hari Rabu, 9 Januari 2019 menggelar acara pembukaan Program Skilled Youth Tahap 3. Sekaligus juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Citi Indonesia, IBL, dan pihak pemerintah.

Program Skilled Youth III ini didasari oleh fakta bahwa masih tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda. Tidak melulu soal lapangan kerja yang terbatas, tapi juga karena adanya miss match antara profil lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan. Melalui program Skilled Youth III, para siswa usia 16-25 tahun dibekali keterampilan baik soft skill maupun technical skill. Bahkan kedepannya akan diberikan keterampilan Bahasa Inggris, sehingga mereka lebih siap lagi menghadapi dunia kerja atau ketika memilih untuk berwirausaha. Tahun ini Program Skilled Youth III menjangkau 5 wilayah yaitu Bekasi, Cikarang, Karawang, Purwakarta, dan Bandung dengan 250 lebih peserta.

Skilled Youth III merupakan bagian dari salah satu pilar Corporate Social Responsibility (CSR) dari Citibank Indonesia melalui Citi Peka, yaitu memberikan kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi generasi muda, atau Youth Economic Opportunities. Upaya ini sejalan dengan komitmen  Pathway to Prograss yang diinisiasi oleh Citi Foundation, untuk dapat memberikan dampak positif bagi 500.000 anak muda di seluruh dunia hingga 2020. Tujuan dari Skilled Youth III ini adalah agar generasi muda dapat mengembangkan diri untuk mencapai kemandirian finansial. Kemandirian finansial yang dicapai sejak dini akan membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Mahatmi Parwitasari Saronto, Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dalam sambutannya menyatakan, “Setiap tahun pemerintah terus melakukan upaya dan strategi untuk menekan jumlah pengangguran. Terbukti sepanjang tahun 2018, pemerintah telah menghadirkan 2,98 juta lapangan kerja di berbagai wilayah Indonesia. Sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 5,34%  pada agustus 2018. Namun, Tingkat 19,68% dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Tahun 2019, diharapkan tingkat pengangguran terbuka turun di kisaran 4,8% hingga 5,2%. Demi mencapi target tersebut, tentu kami sangat menyambut baik program Skilled Youth Tahap III yang diprakarsai oleh Citibank dan IBL. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat mendorong lebih banyak pihak swasta untuk ikut berperan mempersiapkan generasi muda yang produktif dan berdaya saing. Terlebih tahun 2030 mendatang populasi Indonesia akan didominasi oleh kalangan usia produktif. Sehingga kualitas generasi muda menjadi kunci untuk dapat mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.” Pemerintah juga mempunyai jejakmu.bappenas.go.id dimana para generasi muda bisa mencari info lowongan kerja, pemagangan, pelatihan dll.

Elvera N. Makki, Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia  berpesan anak muda saat ini harus berani DREAM BIG. Tidak mudah menyerah. Berkarya sesuai passion. Karena dengan passion, jika kita mempunyai minat, ketika jatuh akan mudah bangkit kembali. Bagaimana caranya? cari dan eksplorasi diri. Ddon’t be afraid to make mistake. Bu Vera juga mengatakan saat ini peluag menjadi wirausahawan masih terbuka lebar, apalagi saat ini untuk pemasaran sangat terbantu dengan adanya internet sehingga berjualan bisa dengan online.

Acara kemudian di lanjutkan dengan sesi talkshow dengan penerima manfaat program serta Direktur Program Skilled Youth III, Mas Adi yang dimoderatori oleh Direktur Eksekutif IBL, Bapak Mohamad Fahmi. Para peserta mengaku senang karena mendapatkan berbagai manfaat dari training yang diikuti seperti meningkatkan skill dan juga networking.

Program Skilled Youth Tahap III telah berlangsung sejak Agustus 2018, dan akan berakhir pada Juni 2019.  Melalui program ini, Citibank berharap semakin banyak kaum muda yang mampu mencapai potensi tertinggi mereka, dalam hal peningkatan peluang ketenagakerjaan dan juga keahlian kewirausahaan yang dimiliki, sehingga mampu berkontribusi bagi perkembangan ekonomi lokal dan nasional.

 

Leave a Reply