Public Speaking? Siapa Takut!

Tanggal 24 Mei lalu, saya mendapatkan kesempatan istimewa sebagai relawan Akademi Berbagi. Apa itu? ya, Akber bekerjasama dengan DBS dengan program #MySpark nya mengadakan workshop Public Speaking bertema “Speaking with Confidence” khusus relawan di DBS tower dan menghadirkan 2 pengajar yang sangat luar biasa yaitu Mb Maya Arvini dan Mas Prabu Revolusi. Wow.. makasih Akber, makasih Mb aii 🙂

Saya berangkat naik KRL dan alhamdulillah tiba tepat waktu. Tepat jam 8.30, workshop di mulai oleh pemateri pertama yaituMb Maya. Mb Maya mengatakan bahwa sejak kecil beliau sudah diajarkan ntuk komunikasi dan public speaking, mengikuti banyak organisasi, make a lot of friends, have mentor! hal itulah yang membuatnya mempunyai kemampuan public speaking yang baik ditambah dengan kesukaannya mengajar..

Mb Maya menerangkan bahwa komunikasi adalah proses 2 arah antara sender dan receiver malalui channel. Nah, chanel komunikasi tergantung pada urgensinya serta harus memperhatikan cultural difference, value&attitude “generation gap”, bahasa dan noise. Jadi ga bisa kita berbicara dengan orang yang lebih tua dengan bahasa atau media seperti kita berbicara ke teman sebaya.

Confident merupakan dasar dari komunikasi. Banyak kita temui orang yang pintar namun kurang pandai berkomunikasi. Beberapa hal yang harus di perhatikan : Bangun IQ, EQ, AQ (adversity=keberanian), SQ (social), dan CQ (creative), pertajam kemampuan komunikasi kita yang terdiri dari kemampuan mendengarkan, kemampuan menerima feedback atau masukan, asah kemampuan presentasi, bangun kredibilitas dan tunjukkan kompetansi kita.

Mb Maya Arvini

Mb Maya Arvini

Pertimbangan yang kedua adalah jaga personal branding kita dan perhatikan penampilan. Hal yang harus diperhatikan terakhir adalah bangun kebiasaan baik seperti membaca, mengikuti pelatihan pengembangan, terus menerus pertajam kemampuan kita. Have a grit atau fokus pada tujuan jangka panjang. Mb Maya menyarankan membaca sebuah buku bagus yang berjudul “The Power of Habit” *cari ah!

Ga terasa, 2 jam berlalu dan Mb Maya pemilik akun @Mayaarvini dan www.mayaarvini.com , harus mengakhiri sesinya, pengen deh kapan-kapan belajar lagi sama Mb Maya 🙂 makasih ya Mb sharingnya, sukses teruss ^^

Selanjutnya sesi belajar dengan Mas Prabu Revolusi. Beliau membuka materi dengan menerangkan bahwa 78% promosi jabatan di kantor di tentukan oleh komunikasi, dan ini berlalu untuk semua profesi. Semua orang membutuhkan keterampilan komunikasi! Selain itu, Mas Prabu juga mengungkap fakta bahwa perceraian banyak terjadi karena faktor kumunikasi dan banyak anak yang bermasalah juga karena faktor komunikasi dengan orang tuanya. Nah kan, penting banget mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

Mas Prabu Revolusi

Mas Prabu Revolusi

Selama ini masalah terbesar dalam komunikasi adalah confident atau kepercayaan diri dan ini di alami oleh speakers hebat sekalipun pada awalnya. Selain itu masalah lainnya adalah, ketakutan, ketidakpercayaan diri, keraguan dan sejumlah masalah mental lainnya. Namun kontrol terhadap mental menentukan 70% keberhasilan dalam Public Speaking.

Andy F Noya : Butuh keberanian luar biasa untuk bisa memulai kata pertama saya di depan penonton. Tapi tanpa pengalaman pertama saya, tidak akan ada Andy Noya sekarang ini.

Kabar baiknya adalah, Public Speaking bukan merupakan bakat namun sesuatu yang bisa dilatih. Ya, semua orang mempunyai bakat hebat sebagai seorang public sepaker. Ada 4 karakter pembicara, yaitu :

  1. Analyzer : cenderung menerangkan dan kepuasannya adalah ketika orang-orang dapat memahami apa yang dia sampaikan.
  2. Harmonizer : senang mempengaruhi dan kepuasannya adalah ketika orang bisa memahami apa yang disampaikan.
  3. Entertainer : cenderung menghibur.
  4. Debater : cenderung mengkritisi terhadap sesuatu.

Sedangkan tipe pembicara & pendengar adalah : Visual (60%), kinestesis (30%) dan auditory (10%) dan persepsi pendengar atas pembicara : Visual (55%), vocal (38%) dan pesan (7%), nah terbukti bahwa visual menentukan keberhasilan kita dalam publc speaking ya. Jadi bepenampilan yang tepat karena itu penting dan make sure suara kedengaran.

Berikut teknik agar kita bisa bersahabat dengan ketakutan :

  1. Tetapkan tujuan yang realistis
  2. Rubah fikiran negatif menjadi positif
  3. Latihan 2 menit
  4. Berbicara dengan catatan kecil
  5. Practice .. practice .. practice!
  6. Kenali cara menenangkan diri sendiri.

John Ford : You can speak well if your tongue can deliver the message of your heart!

Komunikasi adalah bukan tentang cara, tapi tentang hasil …

Larry King : Bicaralah 1 hal yang anda pahami atau gunakan subjek personal untuk subjek yang lebih luas ..

Mas Prabu juga menerangkan teknik penguasaan konteks Public Speaking :

  1. Riset dengan bicara keras
  2. Pahami, bukan hapalkan
  3. Eksplorasi sesuai dengan sudut pandang
  4. Buat quotes, powerful words atau cerita yang berhubungan dengan konteks.
  5. Buat ringkasan/pointer
  6. Pembagian segmen : pembukaan, isi dan penutup.

Nah mari kita belajar dari Presiden Barrack Obama yang terkenal memiliki kemampuan Public Speaking yang baik :

  1. Transendence : bagaimana bisa membawa audience ke temppat lain
  2. Repetition : kalimat kuat yang diualng-ulang terus
  3. Vocal dan gesture

Wiston Churcil : A good speech should be like a woman’s skirt, enough to cover the subject and short enough to create interest …

Jadi jika ingin Public Speaking berhasil maka perhatikan :

  1. Vocal & gesture
  2. Connect fisrt
  3. Gain your character
  4. Power of a story
  5. And involving the audience

Selanjutnya adalah sesi praktek untuk semua relawan. Wah, ternyata kalo kita bisa mengalahkan masalah mental dalam Public Sepaking, semuanya bisa loh berbicara dengan baik di depan..Terima kasih banyak Mas Prabu, sukses terus ya!

pokoknya, luar biasa sekali kesempatan yang di berikan untuk kami relawan, selain dapat ilmu, dapat networking beru juga bertemu dengan para relawan yang bahkan ada yang datang dari Bandung..

Terima kasih semuanya ..

Leave a Reply