PROFIL PEMENANG Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) 2015

Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik 2015

  • Pemenang

Sasjunita (Sijunjung, Sumatera Barat)

Nama Usaha             : Graci Tea

Jensis Usaha             : Minuman Herbal

Pembina                     : Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Sijunjung

Sejak April 2012, Sasjunita memulai produksi teh gelugur dengan  modal  Rp.85.000  untuk membeli  1000  kantong teh dari Kabupaten Gresik, JawaTimur. Beliau kemudian memberdayakan perempuan di sekitarnya dengan memberikan pendidikan dan kemudian dipekerjakan di Garci Tea. Bahan baku yang digunakan diperoleh dari hutan yang diambil oleh masyarakat. Dari sisi masyarakat sekitar, manfaat yang dirasakan adalah bertambahnya lapangan pekerjaan. Untuk pemasaran, Graci Tea sudah dapat dibeli secara daring dan bahkan telah menyentuh pasar internasional.

Pemenang Kategori Wirausaha Mikro Muda Terbaik

  • Pemenang

Andi Asdar Abuhaerah (Makasar, Sulawesi Selatan)

Nama Usaha             : Bimbingan Belajar Islami “Al-Insan Plus”

Jensis Usaha             : Jasa Bimbel

Pembina                     : Pusat Kewirausahaan UNM

Dirintis sejak tahun 2011, Bimbingan Belajar Islami “Al-Insan Plus” mulai dirintis dengan tujuan membantu teman-teman mahasiswa agar dapat mengisi waktu luang serta menambah penghasilan. Bimbel ini ditujukan untuk anak SD, SMP, SMA, dan persiapan anak SMA yang hendak masuk perguruan tinggi negeri. STAN, SBMPTN. Jumlah tenaga pengajar yang kini direkrut sebanyak 30 orang, terdiri dari 15 laki-laki dan 15 perempuan. Setiap tahunnya, rata-rata Bimbel “Al-Insan” dapat membukukan pemasukan sebesarRp 150.000.000,-, dengan keuntungan bersih kurang lebih sebesar Rp 50.000.000. Andi berencana mengembangkan bisnisnya dengan membuat modul standar sesuai dengan kebutuhan, untuk mempermudah siswabelajar serta sebagai dasar untuk pengembangan usaha ini kewilayah lain.

Pemenang Kategori Wirausaha Mikro Perempuan

  • Pemenang1

Eka Suprayatin (Boyolali, Jawa Tengah)

Nama Usaha             : Al fadh

Jensis Usaha             : Olahan Ikan Lele

Pembina                     : BKM Amanah

Eka memiliki kesempatan untuk mewujudkan misinya dalam memberdayakan perempuan. Dengan modal tabungan pribadi sebesar Rp10.000.000 dan Rp 3.000.000 dari pinjaman BKM Amanah (yang merupakan dana PNPM), Eka mengembangkan usaha olahan berbahan dasar lele. Menggunakan prinsip zero waste, tidak ada bagian dari lele yang terbuang; tulangnya dijadikan kerupuk, dan kotorannya didaur ulang menjadi pakan lele. Produk yang dihasilkan antara lain: abon, kerupuk, nugget, otak-otak, kue kering dari tepung lele, dendeng lele, dll. Berkat usahanya ini, ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya kini mampu mengisi waktu luang dengan bekerja.

  • Pemenang2

Fatmawati (Bontang, Kalimantan Timur)

Nama Usaha             : LKP BBEC

Jensis Usaha             : Lembaga Kursus dan Pelatihan Boga

Pembina                     : PT. Pupuk Kaltim

Berbekal kemampuan memasak, pada tahun 2008, Fatmawati membagi ilmu mengolah ikan menjadi amplang melalui LKP BBEC. Dengan modal pribadi, ditambah bantuan dari PKBL PT. Pupuk Kaltim, LKP BBEC kini menjadi satu-satunya lembaga kursus tata boga pengolahan hasil sumber daya laut dengan alat paling lengkap di Bontang. Fatmawati kini memiliki 3 tenaga kerja tetap dan 3 tenaga kerja tidak tetap. Saat ini, LKP BECC telah terdaftar sebagai lembaga kursus tata boga dan memperoleh BAN PNF (Badan Akreditasi Nasional – Pendidikan Non Formal) serta telah memperoleh izin dari Disnaker.

Pemenang Kategori Wirausaha Mikro Sosial

  • Pemenang1

Nanik Hartiningsih (Tuban, Jawa Timur)

Nama Usaha             : Batik Tenun Gedog

Jensis Usaha             : Produk Batik Tenun Gedod Tradisional Tuban

Pembina                     : Dinas Perekonomian dan Pariwisata, Tuban

Memulai usaha batik tenun gedog sejak tahun 1997,di tahun 2011 Nanik Hartiningsih mulai mengumpulkan Ibu-ibu disekitar rumahnya untuk mengerjakan batik dan tenun secara serius di rumahnya. Saat ini, Nanik sudah membawahi lebih dari 30 orang pekerja perempuan, belum termasuk tenaga kerja lepas yang diperbantukan jika ada pesanan tambahan. Bahan baku kapas yang digunakan seluruhnya adalah produksi dari ladang lokal. Peralatan dan teknologi yang digunakan pun bersifat tradisional, dimana alat pintal maupun alat tenun diproduksi sendiri oleh warga. Produk Nanik kini sudah terdaftar di HAKI. Selain itu, usahanya juga sudah terdaftar sebagai Usaha Dagang dan telah menjangkau kota-kota besar seperti Bali, Surabaya (Mirota), Jakarta dan Surabaya (mirota).

  • Pemenang 2

Nisro (Wonosobo, Jawa Tengah)

Nama Usaha             : Joko Madu

Jensis Usaha             : Gulasemut

Pembina                     : Klaster Gula Semut

Padatahun 2009 melalui koperasi yang ada, Nisro mengajak ibu-ibu di desa untuk mengolah nira dari kelapa, menjadi gula kelapa. Kini, di bawah bimbingan Nisro, usaha Gula Semut Joko madu ini telah berkembang dan menjadi tambahan penghasilan bagi warga sekitar. Tidak hanya istri/ibu-ibu rumah tangga saja yang dijadikan tenaga kerja, para suami/bapak-bapak juga bermitra melalui usaha ini sebagai supplier bahan baku yang mereka ambil dari pohon kelapa mereka masing-masing. Saat ini, produk Gula Semut Joko madu, tersedia dalam 2 varian, original dan jahe dengan ukuran 200 gram dan 400 gram.

Pemenang Kategori Wirausaha Mikro Berwawasan Lingkungan

  • Pemenang1

Yudik Prianto (Wonosobo, Jawa Tengah)

Nama Usaha             : Berkah Mina Mukti

Jensis Usaha             : Agrobisnis, bio-seeding block

Pembina                     : Pengusaha Kampus Regional Wonosobo

DI tahun 2010, Yudi mendirikan lembaga pelatihan Berkah Mina Mukti yang bergerak di bidang pertanian, menggunakan model integrated farming system. Salah satu tujuan dari dikembangkan model ini adalah guna mengurangi limbah/sampah pertanian, bahkan hingga menjadi zero waste. Yudi kemudian membuat sebuah media pembibitan yang alami (bioseeding block), tanpa menggunakan plastik polybag. Bioseeding block ini ia buat dari campuran kotoran cacing, sehingga lebih alami dan tidak perlu pupuk lagi. Bentuknya pun disesuaikan. Tidak hanya ramah lingkungan, tapi inovasi Yudi kini juga cenderung praktis, dan juga murah dari sisi harga.

  • Pemenang2

I Wayan Pica (Karangasem, Bali)

Nama Usaha             : Kelompok Tani “ Adi Guna Harapan “

Jensis Usaha             : Produk Olahan Salak

Pembina                     : Dinas KUKM Kab. Karangasem

Pada tahun 2007, I Wayan Pica mulai memanfaatkan Salak Bali grade B dan C untuk dibuat produk turunannya, dengan konsep zero waste, dimana seluruh bagian pada salak dapat dimanfaatkan. Kulitnya dimanfaatkan untuk pupuk; buahnya dibuat menjadi manisan, dodol, dan coklat; sisa kuah manisan diolah menjadi bumbu rujak; serta bijinya dijadikan kopi. Pica kini memiliki 11 pegawai tetap, yang merupakan penduduk sekitar. Usaha Pica ini juga telah terdaftar dengan merek dagang Wahyu Dewata, sedangkan seluruh produknya telah terdaftar dan tersertifikasi.

Pemenang Kategori Wirausaha Mikro Pelestarian Budaya

  • Pemenang1

Sasjunita (Sijunjung, Sumatera Barat)

  • Pemenang 2

Puji Haryati (Pacitan, JawaTimur)

Nama Usaha             : Batik Tulis Puri

Jensis Usaha             : Produksi Kain Batik Tulis

Pembina                     : PKBL PT. INKA

Maraknya motif batik printing dan cap dengan harga yang lebih murah, tidak menyulutkan usaha Puji untuk melestarikan batik tulis. Hingga terbentuklah Batik Puri yang beranggotakan wanita-wanita di sekitar desanya.  Peralatanproduksi yang digunakanbaik proses menulispola, canting malam / lilin, pencucian, pembilasan dan canting pewarnaan serta penjemuran, semua juga masih dilakukan secara manual.

Tampak pada gambar (ki-ka) Edwin Nurhadi (Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Inklusi Keuangan OJK), Prof. Ari Kuncoro, SE, MA. PhD (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), Sajunita (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik), Indri Suryani (Pembina Lembaga Keuangan Mikro Terbaik), Andi Asdar Abuhaerah (Wirausaha Mikro Muda Terbaik), Ir. Agus Muharam, MSP (Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM), serta Dr. Nining I. Soesilo (Pembina dan pendiri UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia)

Tampak pada gambar (ki-ka) Edwin Nurhadi (Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Inklusi Keuangan OJK), Prof. Ari Kuncoro, SE, MA. PhD (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), Sajunita (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik), Indri Suryani (Pembina Lembaga Keuangan Mikro Terbaik), Andi Asdar Abuhaerah (Wirausaha Mikro Muda Terbaik), Ir. Agus Muharam, MSP (Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM), serta Dr. Nining I. Soesilo (Pembina dan pendiri UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia)

6 comments

  1. BlogS of Hariyanto says:

    ternyata pemenangnya bergerak di berbagai macam sektor wirauasaha yang ada,,dan tidak terpikirkan sebelumnya oleh yang lain…ruarrrr biaasssaaa..
    keep happy blogging always…salam dari Makassar-Banjarbaru 🙂

Leave a Reply