Perjalanan Menjemput Cinta di Event Blogger

2012

Bulan itu, kurang lebih 2,5 saya menjomblo dan usia hampir kepala 3. Aakkkk……. namun saya tahu status menikah, bukan perlombaan. Jadi sebisa mungkin saya santai melewati hari demi hari, bahkan menjadi lebih produktif dan fokus dalam berkarya. Saya tetap berusaha, yaitu dengan membuka diri dan juga terus berdoa. Saya percaya, semua akan indah pada waktunya #ciyee. Beberapa kali mencoba intens berkomunikasi dengan beberapa pria, namun kalo belum jodoh ya ga bisa di paksa. Bahkan, saya akhirnya pernah juga merasakan pengalaman mengungkapkan perasaan terlebih dahulu ke seorang pria dan DITOLAK! #Jleb. Tapi saya udah siap dengan segala resikonya, jadi ya abis itu ga terus jadi depresi. Hehe. Pengalaman dekat dengan pria hampir 6 tahun, namun gagal melanjutkan hubungan ke jenjang berikutnya, membuat saya lebih santai dan tidak terlalu ngoyo. Di masa sendiri juga, saya lebih banyak melakukan perjalanan kemanapun saya mau. Museum dan pantai menjadi favorit saya.

Ngebolang pas jomblo :p

Ngebolang pas jomblo :p

Awal 2013

Saat itu sedang menikmati kegiatan ngeblog dan juga berkomunitas. Otomatis, saya bisa bertemu lebih banyak orang. Selain bertemu offline, beberapa teman pun intens berkomunikasi via sosial media. Hingga suatu hari, ada salah satu teman blogger yang tahu kalo saya jomblo mencoba mengenalkan saya dengan seseorang via twitter dengan mementionnya. Ketika itu saya belum punya feeling dia jodohku, sayapun menanggapi namun berfikir waktu itu hanya candaan semata karena sama-sama jomblo :p

Mei 2013

Adalah event ASEAN BLOGGER di Solo yang mempertemukan kami secara langsung. Saya sebagai peserta perwakilan Blogger Bekasi dan beliau menjadi salah satu panitianya. Selain bisa berkenalan dengan banyak blogger dan mengikuti event blogger se-ASEAN tersebut, tak dipungkiri hati saya sedikit bertanya seperti apakah sosok pria yang dikenalkan via sosial media tersebut. Perjalanan berlangsung sangat menyenangkan meskipun memakan waktu hingga 14 jam perjalanan darat. Tiba di lokasi, sekilas saya melihat sosok pria tersebut. Dia tampak sibuk membantu bagian registrasi, tepatnya membagikan kaos untuk peserta. Yang kulihat dia tampak ramah, terutama terhadap wanita, jangan-jangan itu “Modus” nya. Hehe

Malamnya, kami melakukan perjalanan ke Loji Gandrung, kediaman Walikota Solo. Disana saya berkenalan dengan teman-teman dari Komunitas Akber Solo. Nah disana juga untuk pertama kalinya kami berkenalan dan bersalaman. Masih biasa juga, belum ada chemistry atau apapun. Keesokan harinya kami bertemu lagi di Taman Urban Forest atau Taman Balekambang dan waktu itu kami bertukar kontak. Pas juga ketika itu baterai BB saya habis dan dia dengan manisnya menawarkan power bank yang langsung kusambut karena benar-benar sedang membutuhkan. Disana juga untuk pertama kalinya dia mengajakku berfoto berdua. Ketika foto berdua entah kenapa sudah ada yang “berbeda” di antara kami. Kami? Saya aja kali :p

Pertemuan pertama

Pertemuan pertama

Malamnya seusai dari Galabo, saya yang saat itu bareng Mb Indah, Mb Mira dan dan Irma bertemu dia bersama 4 temannya. Disana kami di “bully” dan dia dengan antusiasnya menanggapi #ketauanjomblonyakan 😀. Waktu itu saya agak gugup, namun mencoba biasa dan menanggapi itu hanya candaan teman. Besoknya saya harus kembali ke Bekasi, namun ternyata dia kerap mencoba menghubungi ku entah sms atau BBM.

Selanjutnya mengalir begitu aja. Saya mulai melihat keseriusannya. Tanpa ada yang saling mengungkapkan kata jadian atau meminta satu sama lain untuk di jadikan pasangan, namun kita cukup tau bahwa kita saling menyayangi dan ingin hubungan ini berlanjut ke arah yang lebih serius. Kemudian kami semakin intens dan berbicara kepada keluarga masing-masing untuk rencana lamaran kemudian pernikahan. Selama berpacaran, apalagi jarak jauh membuat kami kadang bertengkar, adu argumen, miskom dan rindu menjadi satu. Namun itu menjadikan kami bisa lebih mengenal satu sama lain.

Tanggal 15 Maret 2014, dia memberanikan diri melamar dan saya menerima dengan sepenuh hati bahwa Insya Allah dialah yang akan menjadi imam untukku dan anak-anak. Berbagai persiapan kami lakukan dan alhamdulillah banyak di permudah sama Allah di bantu dukungan penuh dari keluarga. Tanggal 31 Agustus 2014, janji suci pun terucap dan sejak itu kita menjadi satu dalam ikatan yang Insya Allah hanya maut yang akan memisahkan…aamiin..

Lamaran&Akad Nikah

Lamaran&Akad Nikah

 

Saat ini, kami sudah melewati tahun pertama berumah tangga dan di bulan Agustus pula berdekatan dengan wedding anniversary, kami mendapat anugerah terindah dengan hadirnya buah cinta pertama kami, Abinaya Al Ghazi. Terima kasih ya Allah atas semua karunia dan kasih sayangmu. Semoga selalu melimpahkan kami dengan keberkahan. Terima kasih suamiku, sayangku @mashendri, untuk terus berusaha menjadi suami dan ayah terbaik untuk kami.

Anugerah terindah di Ulang Tahun Pernikahan Pertama

Anugerah terindah di Ulang Tahun Pernikahan Pertama

My Passport to Happiness

My Passport to Happiness

Dari pengalaman pribadi saya, saya menyimpulkan bahwa kita membutuhkan perjalanan ke tempat-tempat baru. Tidak melulu bertujuan untuk mencari pendamping hidup, tapi juga sebagai sarana mencari pengalaman baru, menyegarkan fikiran, mencari inspirasi dll. Sangat setuju dengan kutipan berikut :

Google credit

Google credit

Makanya saya sangat antusias membaca buku ataupun blog travelling. Saya sering berandai-andai suatu saat saya bisa ke tempat tersebut. Salah satu buku favorit saya adalah Passport to Happiness karangan Mb @Salsabeela atau yang akrab di sapa Ollie. Dalam buku terbarunya tersebut Mb Ollie menceritakan perjalanannya ke 11 kota di dunia. Kesemuanya menyimpan cerita tersendiri dalam perjalanannya menyembuhkan luka sekaligus mencari kebahagiaan. Melakukan perjalanan, menurutnya adalah salah satu cara menciptakan kebahagiaan. Ia menemukan arti kedamaian di Ubud, Indahnya bahasa puisi di Dublin, kebaikan dan kasih sayang di Moskow hingga belajar mencintai diri sendiri di Seoul.

Perjalanan saya ke Solo dalam sebuah event blogger, siapa sangka itu merupakan perjalanan saya menjemput kebahagiaan akan hadirnya pasangan. Perjalanan kala itu bisa di katakan salah satu Passport to Happiness saya. Salah satu kalimat yang saya sukai dalam buku ini adalah :

Tidak semua idealisme dan pengharapan kita soal cinta bisa terwujud sesuai keinginan. Namun, kita bisa memilih untuk menikmati waktu saat cinta datang dan melepaskannya dengan senyum saat waktunya habis dalam hidup kita…

GA Passport to Happiness

GA Passport to Happiness

Cerita di atas diikutsertakan dalam giveaway Passport to Happiness. Yuk, ikutan dan segera temukan kebahagiaanmu! info lebih lanjut follow @GagasMedia

28 comments

  1. Suci says:

    Wah.. seru juga perjalanan cintanya. Sama-sama blogger juga ya ternyata. Kalau memang sudah jodoh, ngga dikejar pun pasti akan datang sendiri yaaa. Semoga SAMARA hingga akhir hayat yaa.

Leave a Reply