Peranan Generasi Muda dalam Pemberantasan Kemiskinan

Membicarakan soal generasi muda tak akan ada habisnya. Bahkan Alm. Presiden Soekarno pernah berkata : “Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia!”, ungkapan tersebut menunjukkan bahwa mantan Presiden Soekarno sangat menghargai kaum muda. Generasi muda memainkan peranan penting serta mempunyai energi, optmisme dan kapasitas yang bisa di maksimalkan. Bangsa Indonesia harus mempertimbangkan pentingnya kontribusi kaum muda untuk membangun bangsa. Di sisi lain, banyaknya masalah di sekitar kaum muda seperti rendahnya tingkat pendidikan, pengangguran dan masalah sosial lainnya berpotensi menurunkan daya saing bangsa. Hal tersebut tentunya berkolerasi positif dengan angka kemiskinan di Indonesia. Untuk itulah, genarasi muda memerankan peranan penting dalam pemberantasan kemiskinan, karena generasi muda merupakan roda penggerak ekonomi.

Masalah generasi muda inilah yang diangkat dalam Action Forum for Indonesia Responsible Business, dimana salah satunya membahas tentang Empowering the Next Generation: The Role of Youth in Poverty Eradication. Acara ini mengambil tempat di Balai Kartini, Jakarta, 18 Desember 2015. Pada kesempatan tersebut hadir Ibu Elvera N. Makki, SVP, Head of Country Corporate Affairs Citi Indonesia yang memaparkan hasil survei Accelerating Pathways, juga Ibu Sri Rosidayati, Kasubdit Pendukung Pasar Kerja, Bappenas yang membahas tentang Revitalisasi Jejaring Lapangan Kerja Bagi Kaum Muda Indonesia (Jejakmu) dan Tommy Tjokro selaku MC sekaligus moderator dalam diskusi panel.

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ibu Sri antara lain :

  • Data SAKERNAS 2014 menyebutkan TPT Nasional per Februari 2015 mencapai 5,81% didominasi oleh pengangguran kaum muda Sebanyak 3,96 juta atau sekitar 18,13 % TPT usia 15-24 tahun lulusan SMA/SMK.
  • Rendahnya kualitas pekerja menjadi tingginya angka pengangguran kaum muda dan Tantangan lainnya adalah akses pendidikan berkualitas, miss match pendidikan dengan pekerjaan yang di tawarkan, angkatan muda yg termarjinalkan dll.
  • Pemerintah membangun 5 Pilar Jejaring Lapangan Kerja Bagi Kaum Muda Indonesia (JEJAKMU) adalah : kebijakan tenaga kerja bagi kaum muda, keahlian untuk dapat bekerja, pemagangan, kewirausahaan dan berbagi pengetahuan.
  • Optimalisasi website JEJAKMU (http://jejakmu.bappenas.go.id ). Platform JEJAKMU berperan aktif sebagai “media sharing” informasi kerja  yang dimiliki dengan ouput akhir berupa database center informasi  kerja bagi kaum muda.
Tampilan website jejakmu

Tampilan website jejakmu

“JEJAKMU” memiliki fokus untuk mempersiapkan dan meningkatkan efisiensi job market, yaitu dengan cara memperkuat keahlian dan keterampilan generasi muda yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di Indonesia, bahkan mempersiapkan mereka untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri melalui kewirausahaan. Dokumen lengkap tentang revitalisasi JEJAKMU bisa di liaht di bawah ini :

Elvera N. Makki, SVP, Head of Country Corporate Affairs Citi Indonesia memberikan hasil suvei Accelerating Pathways kepada Sri Rosidayati, Kasubdit Pendukung Pasar Kerja, Bappenas

Elvera N. Makki, SVP, Head of Country Corporate Affairs Citi Indonesia memberikan hasil suvei Accelerating Pathways kepada Sri Rosidayati, Kasubdit Pendukung Pasar Kerja, Bappenas

Hal lain yang penting juga di bahas adalah pemaparan Citi Foundation yang mengeluarkan hasil riset Accelerating Pathways yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) di 35 kota besar di dunia yang melibatkan lebih dari 5.000 anak muda. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, Indonesia akan memasuki era bonus demografi dengan lebih dari 2/3 populasi penduduknya berada di usia produktif. Dengan adanya keuntungan ini, tantangan terbesar Indonesia adalah untuk memaksimalkan potensi generasi muda sebagai penggerak utama pertumbuhan dan pembangunan perekonomian bangsa. Hasil penting dari riset tersebut seperti yang di sampaikan Ibu Elvera Makki, selaku SVP Head of Country Corporate Affairs Citi Indonesia, diantaranya adalah :

  • Jakarta berada di peringkat ke-5 untuk generasi muda dengan tingkat optimisme yang tinggi.
  • 87% kaum muda di Jakarta memiliki optimisme yang tinggi terhadap prospek ekonomi dan masa depan mereka. Prosentase ini termasuk mereka yang berlatar  belakang ekonomi rendah.
  • 79% kaum muda di Asia Pasifik, termasuk Jakarta menunjukkan ketertarikan untuk berwirausaha.

“Kaum muda memiliki peran yang sangat penting sebagai roda penggerak perekonomian suatu bangsa. Survei yang kami inisiasi ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki potensi yang luar biasa untuk dapat berkembang pesat apabila anak muda di kota ini diberdayakan secara tepat. Lebih dari 87 persen dari kaum muda di Jakarta memiliki tingkat optimisme yang tinggi terhadap masa depan dan prospek perekonomian mereka. Optimisme ini bahkan juga dimiliki oleh mereka yang berasal dari keluarga berperekonomian rendah.” ungkap Elvera N. Makki. 

“Melalui Citi Peka (Peduli dan Berkarya) sebagai payung dari seluruh kegiatan kemasyarakatan Citi Indonesia, kami menyadari penuh akan pentingnya peran kaum muda. Tahun ini, Citi Peka menggandeng 3 lembaga nirlaba guna melaksanakan berbagai program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi bagi kaum muda, mulai dari penguatan ketrampilan dan kesempatan kerja hingga kewirausahaan.”

Hasil survei ini  juga menunjukkan bahwa Jakarta adalah kota yang berada dalam kategori ‘emerging’ karena dinilai sudah berada di jalur yang tepat dalam hal pemberdayaan generasi muda. Dr. Maliki ST MsiE, Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja, Bappenas mengatakan dibutuhkan peran berbagai pihak guna meningkatkan kapasitas kaum muda di Indonesia. “Kami mengapresiasi komitmen dan upaya Citi Indonesia bersama organisasi nirlaba lainnya dalam membantu meningkatkan kualitas serta kesempatan generasi muda di Indonesia, terutama membuka kesempatan akses terhadap aktivitas ekonomi yang produktif. Hasil riset yang dikeluarkan oleh Citi Foundation ini, dapat  menjadi salah satu acuan bagi pemerintah dan institusi lainya untuk menciptakan program-program pemberdayaan pemuda yang tepat guna, sehingga  mereka dapat semakin  siap untuk menghadapi tantangan global”. Apalagi saat ini tingkat pengangguran kalangan muda Indonesia 3,4x lebih besar dari tingkat dunia. Negara yang unggul rata-rata karena memiliki plan yang baik untuk anak mudanya seperti mengadakan pelatihan, kompetisi dll. Berikut hasil lengkap dari riset Accelerating Pathways :

Elvera Makki juga menekankan pentingnya networking, so expand your network. Program di Indonesia yang juga di apresiasi adalah LPDP, Bidikmisi, BPJS dan JEJAKMU. Citi berharap bisa terus berkontribusi dalam menyumbangkan data terkini sebagai pertimbangan mendukung usaha kaum muda. Acara dilanjutkan dengan diskusi panel Program Citi Peka yang berbasis pendidikan dan pemberdayaan kaum muda yang menghadirkan 3 organisasi nirlaba yaitu Indonesia Business Links (IBL), Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Ketiga organisasi tersebut memberikan pendidikan serta membuka kesempatan ekonomi bagi generasi muda di Indonesia. Ketiga organisasi nirlaba tersebut memiliki fokus program dan wilayah kerja yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Masing-masing organisasi tersebut memaparkan program organisasinya. Seperti misalnya YCAB yang diwakili oleh CEO&Foundernya, Veronica Colondam yang mengungkapkan bahwa Key point dari YCAB adalah kemandirian anak. Rata-rata tantangan yang dihadapi oleh organisasi nirlaba tersebut adalah mindset dari anak muda itu sendiri dan bagaimana membuat mereka merasa berharga. Di perlukan partnership yang lebih besar, terutama dengan sektor privat yang mempunyai resource lebih besar. Juga di butuhkan army people yang tulus membantu sesama. Setiap non profit organization juga punya mindset social entrepreneurship. Social entrepreneurship is the key of sustainability.

We can’t help all people.. we can help those who want help theirselves – Veronica Colondam

Pemateri

Pemateri

Audiens serius menyimak materi

Audiens serius menyimak materi

Sesi tanya jawab

Sesi tanya jawab

Penyerahan tanda mata untuk pemateri

Program Pemberdayaan Pemuda Citi Indonesia

Sepanjang tahun 2015, Citi Indonesia bekerjasama dengan Indonesia Business Links (IBL), Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dalam memberikan pendidikan serta membuka kesempatan ekonomi bagi generasi muda di Indonesia. Ketiga organisasi nirlaba tersebut memiliki fokus program dan wilayah kerja yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai organisasi nirlaba yang bergerak di bidang CSR, IBL membangun kemitraan melalui berbagai program pemberdayaan untuk pengentasan kemiskinan. Dengan Citi Peka, IBL menjalankan Youth Skilled Program yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesempatan kerja serta kewirausahaan­ bagi pemuda di daerah Cikarang, Jawa Barat. “Kami gembira bahwa bank berkelas dunia seperti Citi Indonesia memiliki kepedulian terhadap peningkatan kapasitas dan kesempatan ekonomi kaum muda. Hal ini sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan yang baik dimana perusahaan memberikan kontribusi dan manfaat bagi lingkungan dimana mereka beroperasi. Kami berharap kedepannya generasi muda dapat semakin maju berkat kerjasama berbagai pihak mulai dari pemerintah, sektor swasta dan nonprofit seperti kami.” ujar Yanti Triwadiantini, Executive Director Indonesia Business Links.

Sama halnya dengan IBL, PJI menjalankan program Youth Entrepreneurship Initiatives yang  bergerak dalam hal pendidikan kewirausahaan dan peningkatan kesempatan kerja. Sementara itu Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) aktif dan fokus pada bidang pemberdayaan pemuda untuk memandirikan anak muda Indonesia melalui pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi.

Senang sekali, saya berkesempatan hadir dalam acara yang memberikan banyak insight, terutama untuk pengembangan SMK Itaco dan Siswa Wirausaha kedepannya. Sudah seharusnya juga kita semua berperan aktif dalam pembangunan generasi muda dengan apa yang kita miliki, tidak melulu harus berbentuk materi sehingga upaya akselerasi pembangunan bangsa bisa segera tercapai. Sehingga kita memutus rantai kemiskinan yang disebabkan oleh rendahnya daya saing generasi muda kita yang sulit bersaing di era yang semakin modern ini.

With Dita

With Dita

10 comments

  1. Silviana says:

    Bener banget nih, pemuda bisa berjaya. Apalagi Indonesia lagi punya kesempatan dengan bonus demografinya. Semoga programnya bisa mewadahi para pemuda yang aktif dan berkompten. 😀

  2. Waya Komala says:

    betul sekali, masa depan generasi masa depan ada di tangan anak muda sekarang. Merekalah yang bisa memutus mata rantai kemiskinan. Kalau semua support, insya Allah semua tercapai..

Leave a Reply