Peran Citi dalam Mendukung Usaha Mikro

Apa hanya modal yang diperlukan oleh pengusaha untuk sukses? Apakah cukup dengan produk yang bagus saja? Ternyata tidak. Jadi apa? simak terus ya.

Tanggal 16 Januari 2015 bertempat di Kridangga Ballroom Hotel Atlet Century Senayan, Citi Indonesia melalui payung kegiatan kemasyarakatannya, Citi Peka (Peduli dan Berkarya), mengumumkan pemenang Citi Micropreneurship Awards (CMA) 2015. Dalam hal ini, Citi Peka bekerjasama dengan mitra pelaksana program UKM Center FE UI. Saya sampai di lokasi sekitar pukul 09.30. Acara penganugerahan ini telah memasuki tahun ke-11 dan merupakan inisiatif Citi global yang di danai oleh Citi Foundation. CMA telah dilaksanakan di lebih 30 negara dengan total jumlah pemenang mencapai 5.500 pengusaha. CMA bertujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai pentingnya kewirausahaan dan akses keuangan bagi pengusaha mikro serta memberikan pelatihan dan pembinaan untuk kesejahteraan ekonomi mereka yang lebih baik.

Acara dibuka olah sambutan dari Dr. Eugenia Mardanugraha (Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia). Dalam kesempatan tersebut Ibu Eugenia menyampaikan pesan penting bahwa kita harus memandang MEA bukan sebagai ancaman, tapi sebagai peluang. Saya sangat setuju dengan hal tersebut, di era MEA saat ini sudah selayaknya kita pandang sebagai peluang dengan terus meningkatkan kualitas dan kontrol terhadap produk dan jasa kita. Selanjutnya Citi menggelar talkshow yang bertema “Peran CSR dalam mendukung dlm mendukung UKM Indonesia menghadapi MEA”. Pembicara pertama adalah Pak Rully Lesmana seorang pengusaha telor asin. Yang mengagumkan usahanya sudah masuk ke pasar ekspor. Jalannya sebagai pengusaha sukses tidak selalu mulus. Pak Rully pernah mengalami kerugian besar dan juga komplain. Setelah diteliti masalahnya adalah karena kurangnya kontrol kualitas dan standarisasi produk. Dari situ ia belajar lebih banyak tentang seluk beluk bisnisnya. Ia belajar tentang tanah, air, garam dan komponen lainnya, setelah itu ia baru berani masuk ke pasar eksport. Untuk masuk ke pasar ekspor, yang harus diperhatikan adalah kualitas, harga dan timing yang tepat. Atas kesuksesannya tersebut, Pak Rully tidak pernah puas. Beliau bercita-cita mempunya perusahaan multinasional selain juga membelikan karyawannya rumah dan menjadi kepala keluarga yang baik. Sungguh cita-cita yang sangat mulia.

Pemateri selanjutnya ga kalah keren, yaitu Goris Mustaqim. Ia adalah seorang social entrepreneur di bawah naungan Yayasan Asgar Muda. Ia banyak sharing tentang bagaimana caranya memberdayakan ekonomi lokal di daerah asalnya, Garut. Menurutnya social entreprenuer memiliki banyak peluang untuk bermitra dan bersinergi dengan CSR, karena hal itu akan membuat program semakin besar. Namun jangan lupa untuk mengukur dampak dari program yang dihasilkan sebagai bahan evaluasi sekaligus scalling up permodalan. Tokoh yang mengidolakan M. Yunus, Gandhi dan Soekarno ini memberi saran untuk para UKM yaitu memperbaiki bisnis model, packaging dan juga jangkauan pasar. Mewakili pemerintah, Ibu Donna Gultom selaku Direktur Kerjasama ASEAN, Direktorat Kerjasama Internasional Kementrian Perdagangan RI, mengatakan bahwa ketika kita mau terus belajar mengembangkan diri, maka MEA bukanlah sesuatu yang peru ditakuti. Begitupun para pelaku usaha, sudah menjadi keharusan untuk fokus pada kualitas, sekecil apapun usaha kita. Noted bu.

Sesi Talkshow

Sesi Talkshow

Di sesi break saya menyempatkan diri untuk melihat produk finalis dan semuanya keren banget. Dari mulai produk olahan ikan, teh yang terbuat dari asam gelugur, abon dll. Berikut beberapa diantaranya :

Beberapa Produk Finalis

Beberapa Produk Finalis

Sebelum pengumuman pemenang CMA 2015, terlebih dahulu disampaikan sambutan dari Bpk Edwin Nurhadi (Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Inklusi Keuangan OJK), Bpk Prof. Ari Kuncoro, SE, MA. PhD (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) dan Bpk Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia). Edwin menyebutkan OJK sangat mendukung tumbuhnya UKM dengan membuka Gerai Pusat Edukasi Layanan Konsumen dan UMKM (PELAKU). Gerai PELAKU bertujuan untuk menyampaikan informasi dan edukasi tentang industri jasa keuangan dan produk jasa keuangan kepada masyarakat. Selain itu gerai juga menerima pengaduan dari masyarakat terkait masalah industri keuangan. Saat ini yang sudah beroperasi terdapat di Kota Solo. Lain lagi dengan Bpk Batara Sianturi yang menyampaian peran Citi dalam mendukung UKM di Indonesia melalui payung Citi Peka, dalam salah satunya program yang rutin dijalankan adalah CMA.

Saatnya pengumuman pemenang CMA 2015. Siapakah juaranya? Untuk diketahui, jumlah pendaftar pada acara CMA kali ini mencapai 400 pengusaha mikro. Para pendaftar tersebut kemudian diseleksi menjadi 53 semifinalis hingga kemudian terpilih 16 pengusaha terbaik  dari berbagai kategori. Mereka yang memang sudah terbukti kreatif, memiliki kepedulian sosial serta berdaya juang tinggi.

Nah, penasaran siapa pemenangnya? Berikut daftarnya :

Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik 2015 : Sasjunita (Usaha: Graci Tea)

Pemenang Ketegori Wirausaha Mikro Muda Terbaik : Andi Asdar (Usaha: Bimbel)

Pemenang 1 Kategori Wirausaha Mikro Perempuan : Eka Supriyatin (Usaha: Al Fadh)

Pemenang 2 Kategori Wirausaha Mikro Perempuan : Fatmawati (Usaha : LKP BBEC)

Pemenang 1 Kategori Wirausaha Mikro Sosial : Nanik H (Usaha : Batik Tenun Gedog)

Pemenang 2 Kategori Wirausaha Mikro Sosial : Nisro (Usaha : Berkah Joko Madu)

Pemenang 1 Kategori Wirausaha Mikro Berwawasan Lingkungan : Yudik Prianto (Berkah Mina Mukti)

Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia),Sajunita (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik), bersama dengan Ir. Agus Muharam, MSP (Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI)

Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia),Sajunita (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik), bersama dengan Ir. Agus Muharam, MSP (Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI)

 

Tampak pada gambar (ki-ka) Edwin Nurhadi (Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Inklusi Keuangan OJK), Prof. Ari Kuncoro, SE, MA. PhD (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), Sajunita (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik), Indri Suryani (Pembina Lembaga Keuangan Mikro Terbaik), Andi Asdar Abuhaerah (Wirausaha Mikro Muda Terbaik), Ir. Agus Muharam, MSP (Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM), serta Dr. Nining I. Soesilo (Pembina dan pendiri UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia)

Tampak pada gambar (ki-ka) Edwin Nurhadi (Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Inklusi Keuangan OJK), Prof. Ari Kuncoro, SE, MA. PhD (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), Sajunita (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik), Indri Suryani (Pembina Lembaga Keuangan Mikro Terbaik), Andi Asdar Abuhaerah (Wirausaha Mikro Muda Terbaik), Ir. Agus Muharam, MSP (Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM), serta Dr. Nining I. Soesilo (Pembina dan pendiri UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia)

CEO Citi Indonesia berharap para pemenang dan finalis CMA dapat kembali ke daerahnya masing-masing untuk menjadi agen perubahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Untuk profil usaha masing-masing pemenang Insya Allah akan ditulis di postingan berikutnya. Sekali lagi, selamat semuanya.

With ibu @vera_makki ,SPV Head of Country Corporate Affairs Citi Indonesia

With ibu @vera_makki ,SPV Head of Country Corporate Affairs Citi Indonesia

20 comments

  1. Noe says:

    Acaranya keren cus, banyak ilmu yg didapat ya. Pastinya icus makin bersemangat nih membangun dan maju bersama siswa wirausaha. aamiin

  2. ade anita says:

    diperlukan bukan hanya modal untuk bisa maju berwirausaha.. tapi juga tekad, semangat, inovasi dan keberanian untuk tampil beda dengan yang lain

Leave a Reply