Miliki Pencernaan Sehat untuk Tumbuh Kembang Optimal

Ketika Abin pertama-tama hadir di dunia, salah satu gangguan yang terkandang menghampirinya adalah gangguan pencernaan. Sebagai ibu baru, saat itu saya cukup panik karena bingung harus bersikap seperti apa. Gangguan pencernaan yang cukup sering mampir adalah gumoh dan BAB tidak lancar. Banyak gangguan pencernaan lain pada si kecil, seperti muntah, perut kembung dan sering buang gas.

Bahkan Abin sempat 3 bulan berat badannya stuck, ga naik. Kami sebagai orang tua kemudian mengevaluasi dan mencoba berbagai cara agar gangguan pencernaan tersebut tidak berakibat fatal. Karena apa? banyak kasus berat badan si kecil tidak bertambah yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Gangguan pencernaan pada si kecil akan menghambat kebutuhan nutrisinya yang mengakibatkan terganggunya tumbuh kembang anak. Menurut literatur yang saya baca, penting sekali menjaga kesehatan pencernaan si kecil dikarenakan 70-80% pembentukan sistem daya tahan tubuh anak dibentuk di dalam saluran cerna. Si kecil yang memiliki pencernaan yang sehat maka akan mempengaruhi pada kesehatannya dan kecerdasan si kecil akan terganggu apabila terjadi ketidakseimbangan gizi karena terhambatnya penyerapan nutrisi pada proses pencernaan. Sistem pencernaan si kecil yang sehat maka  akan mampu menyerap gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh si kecil. Bila mengalami gangguan maka kebutuhan nutrisi terhambat apalagi diusia 0-5 tahun yang termasuk periode emas perkembangan si kecil. Disebutkan pula bahwa sistem pencernaan yang sehat dapat mempengaruhi perkembangan otak si kecil, dimana sinyal positf yang dikirimkan di otak akan mempengaruhi komposisi  mikrobiota yang terdapat dalam saluran pencernaan, sehingga berdampak pada proses penyerapan nutrisi. Dengan saluran cerna yang sehat maka membuat kerja maksimal dan juga nutrisi yang dibutuhkan tubuh si kecil terserap optimal.

1

Gangguan pencernaan yang terjadi pada Abin antara lain Gumoh . Gumoh termasuk gangguan yang sering terjadi, terutama sehabis menyusu. Ketika saya tanya pada dokter, hal tersebut masih lumrah terjadi pada si kecil karena berkaitan dengan fungsi pencernaan yang belum sempurna, kapasitas lambungnya masih terbatas dan otot polos saluran cernanya masih lemah. Tips yang diberikan dokter adalah setelah menyusui/memberi dot, segera sendawakan si kecil dengan cara diberdirikan menghadap belakang, kemudian tepuk secara perlahan bagian pundaknya. Yang perlu dikhawatirkan bila si kecil sampai tersedak dan gumohnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. Tentu saja ini berbahaya. Terlebih bila si si kecil tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Hal lain adalah jika si kecil menekuk punggungnya, terlihat sakit, kesulitan makan, maka tak ada pilihan lain, kita harus segera membawanya ke dokter. Jika si kecil gumoh, daftar pertanyaan berikut bisa membantu ibu ketika bertemu dokter.

Penyebab lain gangguan saluran pencernaan pada adalah saluran pencernaan si kecil yang masih berkembang dan masih peka. Pada saat kondisi normal, sistem pencernaan anak mampu menyerap semua nutrisi makanan yang diasupnya. Namun, di awal-awal tahun kehidupannya, enzim yang membantu mencerna protein dan latosa bisa jadi belum bekerja sempurna. Hal ini menyebabkan protein susu dan laktosa yang dibutuhkannya tidak terserap dengan sempurna dan akhirnya masuk ke dalam usus besar, dimana di dalam usus besar ini menjadi rumah untuk berbagai macam bakteri hidup. Bertemunya sisa nutrisi dengan bakteri menyebabkan pembususkan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pencernaan seperti perut kembung, sering buang angin, BAB tidak lancar dan rewel tanpa sebab yang jelas. Info lengkapnya cek disini .

Selain gumoh, gangguan pencernaan lain yang terkadang menghampiri Abin adalah sembelit atau kostipasi. Sembelit adalah ketidakmampuan untuk mengevakuasi tinja dengan sempurna yang terlihat dari berkurangnya intensitas buang air besar, sehingga tinja menjadi keras dan nyeri dibandingkan sebelumnya. Sembelit pada si kecil usia di bawah 2 tahun biasa dikarenakan kurangnya asupan air, buah, sayur. Untuk mengatasinya, saya memberikan minum lebih banyak, selain itu memberikan buah-buahan kaya air seperti buah naga, melon, semangka dan pir. Bila ibu ingin mengetahui kondisi pencernaan si kecil, bisa mencoba tes berikut .

Setelah lepas ASI, sepertinya Abin membutuhkan susu formula yang bisa mengtasi gangguan pencernaan ini. Sistem pencernaan si kecil yang belum matang maka membuat nutrisi seperti laktosa dan whey protein tidak dicerna dan di serap dengan baik ke dalam tubuh. Hal tersebut akan mengakibatkan gangguan pencernaan. Kemudian saya diberi tahu, bahwa ada susu yang bisa mengatasi hal tersebut sehingga bisa mendukung tumbuh kembang anak yang optimal. Adalah Enfagrow  A+ Gentle Care  untuk anak usia 1-3 tahun cocok untuk perut si kecil yang masih peka. Dengan memberikan Enfagrow A+ Gentle Care Ibu dapat  memberikan nutrisi yang tepat bagi si kecil karena tidak hanya Ibu menjaga pencernaan si kecil tapi juga mendukung kecerdasannya karena Enfagrow A+ Gentle Care mengandung:

  • Protein halus yang sudah dipecah sebagian melalui teknologi PHP (Partially Hyrolyzed Protein), mudah dicerna sehingga seluruh nutrisi yang masuk bisa tercerna dengan baik.

2

  • Kandungan laktosa yang lebih rendah hanya 50% dibandingkan dengan susu formula biasa, yang mengurangi rewel dan kembung pada si kecil, namun tetap menjaga aktivitas enzim laktosa (enzim pencernaan yang penting untuk mendukung aktivitas otak dan meningkatkan penyerapan kalsium pada tubuh). Keuntungan dari formula ini adalah tetap mendukung sistem pencernaan anak dengan kandungan laktosa yang cukup serta meningkatkan pencernaan dan penyerapan di kemudian hari.

3

Enfagrow A+ Gentle Care juga diperkaya dengan nutrisi penting seperti Omega 3 dan 6, Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B1, B6 dan B12. Jadi Inysa Allah, saya ga perlu khawatir lagi soal gangguan pencernaan pada si kecil. Dengan pencernaan yang sehat, maka tumbuh kembangnya pun lebih baik.

2 comments

Leave a Reply