Mengapa Generasi Millenial Perlu Investasi Properti Sejak Dini?

Apa yang teman-teman fikirkan soal investasi? jika saya mengartikan mengalokasikan pendapatan pada instrumen investasi tertentu seperti saham, emas, deposito, reksadana, properti dll untuk memperoleh return yang diharapkan dimasa yang akan. Ingin mengetahui lebih jauh soal ini, saya hadir di acara “LRT City, Tren Investasi Generasi Muda” 5 Januari 2018 lalu yang bertempat di Property Expo 2018 JCC.

sumber foto : mb wawa

Menurut Bapak David Cornelis, seorang pengamat properti mengatakan bahwa saat ini menabung saja tidak cukup terutama untuk generasi muda. Apa pasal? karena menabung tidak bisa mengimbangi nilai inflasi. Inflasi sendiri adalah kenaikan harga secara umum dan continue yang disebabkan oleh berbagai faktor. Sekarang pertanyaannya, investasi pada instrumen apakah yang menjanjian dimasa depan dan bisa mengimbangi laju inflasi? jawabannya adalah properti.                                             

Generasi muda saat ini atau yang dikenal dengan generasi ‘zaman now’ atau sering juga disebut sebagai ‘millennial” merupakan generasi yang diperkirakan jumlahnya paling besar saat ini dan masuk dalam kategori usia produktif. Mereka yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997 ini disebut millennial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua sejak teori generasi ini diembuskan pertama kali oleh sosiolog Karl Mannheim pada 1923.

sumber foto: Mb wawa

Mengingat jumlahnya paling besar saat ini, maka penting bagi pelaku industri memahami perilaku dan kebiasaan mereka termasuk bagaimana cara mereka mengalokasikan penghasilannya. Banyak generasi muda dianggap lebih suka menghabiskan uang untuk travelling dan tidak terlalu memperhatikan investasi. Faktanya, banyak juga generasi millennial yang meskipun suka travelling, juga lebih melek dalam hal investasi dibanding generasi sebelumnya. Faktor kemudahan informasi dan lebih banyaknya instrumen investasi bisa menjadi penyebabnya.

Sebutlah misalnya Keenan Pearce, kakak dari artis cantik Pevita Pearce, yang mewakili generasi millennial ini mengatakan benar jika generasi millennial suka travelling, hal itu dilakukan karena itu salah satu bentuk kesenangan mereka. Mereka lebih suka travelling dibandingkan menghamburkan uang untuk hal yang konsumtif seperti shopping. Namun dengan demikian, bukan berarti mereka tidak memikirkan investasi. Buktinya, dirinya sudah menghasilkan uang sejak umur 20-an dengan menyewakan apartemen yang dibelinya. Waribiyasak babang Keenan ini, sudah gantengnya kebangetan, mikir investasi sejak dini pula!

Sumber foto : Mb wawa

Generasi millennial kudu dan harus memikirkan investasi sejak dini. Apa pasal? Tantangan mereka saat ini dan yang akan datang akan lebih besar seperti soal lapangan pekerjaan, barang bahan, kesehatan pendidikan mahal dll. Generasi millennial banyak yang sudah melek investasi, sayangnya banyak dari mereka belum mengetahui instruman apa yang tepat untuk investasi. Dalam memutuskan sesuatu, generasi ini di pengaruhi oleh komunitas, kelompok sosial dan juga media sosial.

  • Give Back to God = 10% (First thing first)
  • Investment = 25% (Auto debit)
  • Education = 15%
  • Living Expense = 30%
  • Gaul = 10%
  • Leisure = 10%

Kalau punya cicilan (max 30%), maka harus mengorbankan 3 proporsi: Kurangi Living Expense, Gaul, Leisure. Menurut KDM Venture Research tahun 2018, saat ini Indonesia mengalami defisit hunian sekitar 11,4 juta unit dan bertambah 800 ribu unit setiap tahunnya dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 262 juta jiwa. 52% tinggal diperkotaan, 67% usia produktif dan generasi millennial sebanyak 80 juta jiwa atau sekitar 45% dan penduduk Indonesia. Rata-rata harga tanah komersial Jakarta tahun 2016 sebesar 17juta 39juta/m2 mengalami kenaikan sebesar 26%/tahun dimana tahun 2011 masih berkisar 17juta. Simulasi kemampuan membeli rumah golongan millennial tahun 2016 sbb :

  • Rerata Gaji Milenial = Rp 6 juta
  • Harga Rumah Kota Satelit = Rp 300 juta
  • Uang Muka (30%) = Rp 90 juta
  • Menyiapkan Uang Muka = 15 bulan
  • Harus Mencicil                 = Rp 1,7 juta/bulan
  • Cicilan (max 30% Gaji)                 = Rp 1,8 juta/bulan

Bandingkan dengan perkiraan kondisi tahun 2021 :

  • Rerata Gaji Milenial = Rp 12 juta
  • Harga Rumah Kota Satelit = Rp  750 juta
  • Uang Muka (30%) = Rp 225 juta
  • Menyiapkan Uang Muka = 19 bulan
  • Harus Mencicil                 = Rp 4,3 juta/bulan
  • Cicilan (max 30% Gaji)                 = Rp 3,6 juta/bulan

Artinya kemampuan mencicil lebih kecil dari pada cicilan yang harus dibayar. Banyak faktor yang menyebabkan golongan millennial belum memiliki properti. Antara lain : Melambungnya harga properti, besarnya uang muka, tingginya bunga kredit properti, tidak memenuhi syarat ambil kredit, bukan termasuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dan penghasilan tidak mencukupi. Karena berbagai faktor tersebut, generasi millennial banyak yang memilih untuk tinggal bersama orang tua atau yang dekat dengan pusat aktivitas seperti kost, rumah petak, room sharing, apartemen, rusun dan ruko. Terus bagaimana cara generasi millennial memiliki properti? :

  • Menikah (Gabungan Aset dan Penghasilan)
  • Kerja di perusahaan pemberi fasilitas hunian
  • Kerja di perusahaan pemberi fasilitan kredit
  • Berhutang (Cicilan max 30% penghasilan). Catatan: Berhutang harus hutang yang produktif = Beli aset yang produktif
  • Berinvestasi (Reksa Dana atau Saham)

Catatan: Gunakan fasilitas auto debit bank untuk berinvestasi di akhir bulan

Sekarang, bagaimana imbal hasil investasi saham properti?

  • 2012 – 2017 = Naik 52% (dalam 5 tahun) = 10%/tahun
  • 2007 – 2017 = Naik 97% (dalam 10 tahun) = 10%/tahun
  • 1997 – 2017 = Naik 588% (dalam 20 tahun) = 29%/tahun
  • Kisaran kenaikan rerata harga saham properti = 10-29%/tahun

Bisa dilihat diatas, bahwa return properti termasuk tinggi, minimal 10%, artinya bisa mengimbangi laju inlfasi. Wuih, kudu buruan cari properti ini mah. Menurut Pak David, sudah saatnya generasi muda segera berinvestasi, salah satunya melalui properti. Lalu sejauhmana pentingnya properti sebagai investasi? “Properti baik sebagai hunian maupun sebagai sarana investasi sangat baik untuk anak muda apalagi yang belum memilikinya. Sebagai investasi, pembeli dapat membeli via aset riil (rumah/apartemen) yang memiliki potensi keuntungan 5-25 persen per tahun bergantung lokasi ataupun dengan membeli saham perusahaan properti via Bursa Efek Indonesia dengan potensi keuntungan 10-29 persen per tahunnya. Penting karena setiap tahunnya harga properti naik yang tidak terkejar oleh pendapatan anak muda secara umum,” jelas David. Lebih lanjut David memaparkan bahwa trennya saat ini, 2018 adalah waktu yang tepat untuk memulai investasi properti baik via aset riil (untuk dihuni ataupun disewakan kembali) atau via saham properti dimana harga saham-saham properti masih tergolong undervalued (murah), artinya menyimpan potensi kenaikan yang sangat tinggi di 2018 dan 2019, terutama karena faktor infrastruktur yang akan selesai dan faktor pilkada dan pilpres yang diprediksi akan positif terhadap market. Itulah mengapa, generasi muda perlu berinvestasi properti sejak dini dan tidak menundanya. Apalagi, secara empiris kenaikan harga properti bisa sampai dua kali lipat dibandingkan kenaikan pendapatan secara umum.

Lalu properti seperti apa yang cocok untuk generasi millennial? “Anak muda kebanyakan lebih memilih hunian vertikal seperti rusunami/apartemen dengan alasan lokasi yang dekat dengan pusat aktivitas atau dekat dengan transportasi publik (transit oriented development). Tidak sedikit juga anak muda yang berinvestasi membangun kos bersama partnernya di kota-kota satelit. ” jawab David. Wuih saya merasa ga ada-apanya sebagai generasi jaman now (((jaman now))). Tapi ga ada kata terlambat ah kalo mau mulai, karena saya mau ngasi tau investasi properti apa yang prospektif dimasa kini dan yang akan datang. Jawabannya adalah ….

LRT City!

Terkait dengan proyek-proyek infrastruktur dan transportasi masal yang tengah digiatkan oleh pemerintah dan sebentar lagi akan selesai yaitu LRT, sejalan dengan hal itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen TOD dan Hotel, mengembangkan kawasan dengan konsep Transit Oriented Development dengan nama LRT City. Selain menjadi solusi agar terbebas dari problem kemacetan, properti di LRT City juga dapat dijadikan sebagai produk investasi yang sangat menjanjikan. Setya Adji Pramana, Project Manager Eastern Green, salah satu project LRT City yang terletak di Bekasi mengatakan, “Pengembangan LRT City ini merupakan upaya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk memberikan kehidupan dan peradaban baru bagi masyarakat kaum urban di Jakarta dan kaum suburban di daerah penyangganya. Kami memiliki beberapa lahan yang berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT Jabodebek, dan itu yang kami kembangkan untuk menjadi kawasan hunian dan komersial.” Dengan konsep yang mengedepankan Connect, Compact, Transit, Mix, Shift, Walk, Densify dan Cycle, kawasan TOD  akan menjadi solusi baru masyarakat yang tidak hanya memberikan kenyamanan bertempat tinggal, namun lebih dari itu, kawasan ini akan menjadi peradaban baru dalam kehidupan  masyarakat.

Beberapa project LRT City yang sedang dikembangkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk antara lain:

  • LRT City Sentul – Royal Sentul Park : 021.82671111
  • LRT City Bekasi – Eastern Green : 021.29085555
  • LRT City Jaticempaka – Gate Way Park : 021.82671010
  • LRT City Ciracas – Urban Signature : 021.22822211
  • Cisauk Point – member of LRT City (Tangerang) : 021.22822980
  • Oase Park – member of LRT City (Ciputat – Tangsel) : 021.22822980
  • LRT City MT Haryono : 021.22822980

Apa aja keuntungan dari LRT City ini?

  • 65.919 unit apartemen
  • 286.000 sqm commercial area
  • 82.000 office area
  • Dimiliki oleh pemerintah
  • Surat izin bangunan yang lengkap
  • Publish actual semi gross price
  • 2019, one tower and other facilities dedicated for Elartizen
  • Harga mulai 200 jutaan, cuti bayar 2 bulan, cicilan 60%
  • Berbagai fasilitas seperti : function room. swimming pool, security, musholla. playground, parking basement, acces card, bicycle & segway spot, ramp garden, green connectivity, sky lounge dll
  • Bisa memperoleh tambahan penghasilan dengan membantu memasarkan LRT City dengan program buyer get buyer, referal dll

Seluruh project LRT City tersebut hadir dalam acara Indonesia Properti Expo di JCC Senayan Hall A, mulai tanggal 3 – 11 Februari 2018 dan dapatkan berbagai hadiah menarik seperti HP serta doorprize 1 unit mobil. Mauuuuu!

Wuih masih ada waktu nih, ayo buruan dan dapatkan unitnya sebelum kehabisan!

MORE INFO : lrtcity.com

note : agak sedih karena semua foto di kameraku hilang pas acara ini, termasuk foto sama babang Keenan.. huhu

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply