Kado Wedding Anniversary Terindah, Abinaya Al Ghazi

Wah sudah lama ga update blog …mau share tentang kelahiran putra pertama aja boleh ya.. #bolehdong
Jadi di pemeriksaan minggu ke 36, dokter menyatakan bahwa posisi bayi sungsang, padahal sebelumnya sudah mapan kepala di bawah. Dokter menyarankan saya untuk banyak sujud/nungging agar posisi bayi bisa kembali ke semula.Ya udah selama seminggu saya sujud/nungging, dan seminggu kemudian ketika kontrol ke dokter tepatnya tanggal 26 Agustus di USG lagi posisi bayi malah melintang huaa…si dedek ini aktif sekali ya, posisinya berubah lagi.. ya udah waktu itu dokter tengku dan bidan menyatakan bahwa kemungkinan besar saya harus melahirkan melalui operasi sesar. Jika posisi sungsang masih memungkinkan untuk normal, maka untuk posisi lintang ini kecil kemungkinannya karena tidak ada jalan lahir. Ya udah, saya dan suami di berikan opsi kapan siap untuk melahirkan dengan tenggat waktu 2 September. Akhirnya saya dan suami pulang ke rumah dengan perasaan ga karuan, karena terus terang saya ga pernah mengira akan melahirkan dengan cara operasi. Akhirnya setelah berdiskusi dengan keluarga, kami memutuskan operasi di lakukan hari Jumat, 28 Agustus 2015. Tadinya kepikiran tanggal 31 Agustus bertepatan dengan ulang tahun pernikahan kami, tapi saya berfikir lebih cepat lebih baik dan ga sabar ketemu sama buah hati.
Keesokan harinya, saya menelpon bu bidan dan mengatakan bahwa saya siap operasi hari jumat, ya udah bu bidan bilang kalo nanti malam sebelumnya saya datang ke kliniknya untuk di infus. Hari itu saya mempersiapkan segala keperluan buat saya dan baby. Jujur si deg-deg an banget. Tapi let it flow aja. Setelah isya, saya di antar mama dan suami meluncur ke klinik bidan dan disana saya di pasang infus.
image

Mulai jam 2 malam saya harus sudah puasa karena operasi rencananya akan di lakukan pukul 09.00. Malam itu saya ga bisa tidur, perasaan campur aduk hehe.. esok paginya, saya siap-siap ke RS Ananda di temani suami, bidan dan mama. Sampai sana, langsung masuk UGD dan sama suster langsung di antar ke ruang bersalin. Disana saya disuruh istirahat sambil di cek tensi, cek darah, urine, denyut jantung baby dll. Operasi yang semula di rencanakan pukul 09.00, mundur.
image

Pukul 10.00 saya di antar ke ruang operasi. Disana saya menunggu cukup lama dan ga ada yang bisa di ajak ngobrol. Akhirnya pukul 11.00 saya di dorong ke tempat operasi. Wuhu..serem deh banyak peralatan kedokteran disana (ya iyalahh..) tabung oksigen, gunting, pisau, jarum dll.. kemudian saya di baringkan dan di kasi epidural dan lumayan sakit pas di suntikkan. Ampe 3x loh di masukinnya. Setelah itu pandangan saya di sekat sehingga saya tidak bisa melihat apa yang dokter-dokter itu kerjakan di perut saya. Selanjutnya, dokter masuk sepertinya ad 3-4 orang disana. Saya ditanya bisa gerak ga kakinya, setelah saya bilang ga bisa. Operasi pun di mulai. Dokter Tengku sempat menyapa saya. Beberapa menit kemudian, saya mendengar suara tangis bayi saya, kencang sekali dan dokter tengku mengatakan selamat bu, anaknya cowok. Saya cuma mengangguk haru. Beberapa menit kemudian, bidan mendekatkan bayi ke wajah saya. Saya cuma tanya, lengkap kan sus anggota tubuhnya? dia mengatakan iya bu, sempurna. Setelah itu saya merasakan perut saya seperti di kelitik dan itu adalah ketika proses penjahitan berlangsung. Rasanya lama sekali….
setelah selesai saya di pindahkan ke ruang inap dan disana sudah ada mama, bapak dan tante. Adik sama suami sedang melihat bayi ke ruang bayi. Sejam kemudian.. efek bius mulai hilang dan oh my… rasanyaa sakit sekalii.. perut kayak di tiban besi, pokoknya susah di gambarkan hehe..keeskokan harinya, saya di pindah lagi ke klinik bidan supaya bisa dekat dengan bayi. Alhamdulillah, sakitnya perlahan-lahan berkurang.. dan senin, 31 Agustus 2015, kami pun pulang ke rumah. Tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang pertama dan kami mendapat kado yang teramat istimewa, yaitu kelahiran seorang putra yang kami beri nama Abinaya Al Ghazi :*
image

image

2 comments

Leave a Reply