Bantu Memutus Rantai Kemiskinan Siswa PKBM Itaco

Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, termasuk anak dari keluarga prasejahtera. Dengan pendidikan, diharapkan mereka dapat memutus rantai kemiskinan keluarganya. 

Saya mendirikan PKBM Ginus Itaco (dulu bernama SMK Itaco) pada tahun 2012. Setelah lulus dari FE UGM, saya mengabdikan diri menjadi guru kareta tergerak melihat siswa-siswa yang putus sekolah di daerah Bekasi. Saya memutuskan untuk membuat sekolah minim biaya untuk anak-anak prasejahtera. Siswa PKBM Ginus Itaco berasal dari keluarga pra sejahtera, dimana orang tuanya bekerja sebagai ART, tukang ojek, supir angkot, buruh serabutan dan pekerja kasar lainnya dan memiliki banyak anak. Bahkan beberapa orang tuanya sudah meninggal.

Sekolah kami siswanya di bekali ketrampilan praktis seperti programming, desain grafis, menjahit, broadcasting dan kewirausahaan ini, mempunyai visi bisa membantu siswa prasejahtera sehingga mereka bisa segera membantu keluarga dan memutus rantai kemiskinan dengan keahlian baru yang mereka miliki.

Saat ini SMK Itaco telah meluluskan 2 angkatan dan sejak 2016 mengubah nama menjadi PKBM Ginus Itaco (setara SMA). Dengan pendidikan yang baik, saya percaya siswa pra sejahtera dapat merubah nasib keluarganya, karena siswa bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, pendapatan yang lebih baik dan mengirim generasi selanjutnya untuk bersekolah. Selain itu, untuk mengajarkan siswa mandiri sejak dini, kami juga mengajarkan siswa kami untuk berwirausaha di bidang konveksi dan sablon.

PKBM Spanduk - Copy

Upaya kecil kami terus membuahkan hasil, dimana telah meluluskan 2 angkatan dan sebagian dari mereka kini sudah bekerja dan mandiri. Bahkan ada yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kini ada sekitar 30 anak lebih yang kami bina. Semua berkat bantuan dari berbagai pihak. Beberapa prestasi pernah kami raih antara lain : Juara 2 Lomba Wirausaha dari Guruku Education Festival, Juara Harapan 2 Lomba Web Desain, Juara 1 Lomba Desain Logo Developer Ilmu Berbagi dll.

Alhamdulillah, kami tidak sendiri. Banyak orang baik yang membantu kami baik individu sebagai orang tua asuh maupun institusi.Kami jadi semakin percaya jika masih banyak orang baik dan peduli. Meskipun secara jumlah belum menutupi kebutuhan operasional kami. Hal tersebut tentunya memacu kami untuk bisa mandiri. Salah satunya yang sudah kami lakukan sejak tahun 2013 adalah wirausaha. Ide itu muncul ketika kami melihat fakta bahwa banyak siswa tidak dapat berangkat sekolah karena kendala transport. Akhirnya, saya membeli mug printing dan siswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk transport. Usaha kami kemudian bertambah jenisnya seperti jasa desain, sablon kaos, dll. Sejak tahun 2015 kami mempunyai usaha baru di bidang konveksi dan sablon yaitu membuat souvenir dan tas wanita. Wirausaha ini diwadahi oleh Komunitas Siswa Wirausaha (siswawirausaha.com).

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Produk Siswa Wirausaha, sumber foto : Detik

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Produk Siswa Wirausaha, sumber foto : Detik

Dengan belajar di pagi hari dan juga wirausaha di siang hari, siswa kami menjadi lebih produktif sehingga bisa meminimalisir untuk melakukan hal-hal yang mengarah ke kenakalan remaja. Secara skill, Insya Allah mereka siap baik nantinya bekerja maupun berwirausaha. Secara perilaku, kami pun terus berusaha memberikan pelatihan soft skills.

Alhamdulillah, dari hasil wirausahanya banyak dari siswa yang sudah bisa mandiri bahkan membantu orang tuanya. Kami yakin dengan memberdayakan siswa, akan memberikan nilai lebih nantinya ketika mereka sudah lulus. Tentunya, masih banyak yang harus kita pelajari, tapi dengan optimisme kami yakin bisa memajukan siswa-siswa pra sejahtera sehingga mempunyai masa depan yang lebih baik. Harapannya semoga kami bisa menjalin sinergi yang lebih baik dengan semua pihak. Masa depan mereka adalah masa depan kita juga.

Kelas Programming

Kelas Programming

Kegiatan Menjahit

Kegiatan Menjahit

Contoh Karya Siswa

Contoh Karya Siswa

Rekening donasi

Bank Mandiri an Yayasan Bakti Peduli Mandiri

no. 1670001346260

One comment

  1. Rahmi says:

    Icuuus bangga banget bisa mengenalmu. Kamu hebat Cuss, moga anak2 didikmu sukses semua yaa. Begitupun Icus dan keluarga 🙂

Leave a Reply