FOI dan JNE Jalin Kerjasama Untuk Gizi Anak Indonesia yang Lebih Baik

Minggu lalu (8/3) saya hadir di SDN Gandaria Utara 11 dalam rangka menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara JNE dangan FOI (Foodbank of Indonesia) dengan disaksikan oleh Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Lenny N Rosalin.

“Menurut data Riskesdak 2010 dari sekitar 66 juta anak di sekolah, sekitar 20-40% berangkat ke sekolah dalam keadaan perut lapar. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya konsentrasi siswa pada saat belajar. Selain itu, memiliki kemungkinan mengalami kesulitan untuk menerima pelajaran dengan baik”, kata Hendro Utomo, pendiri FOI. Tidak semua anak beruntung disediakan sarapan saat berangkat ke sekolah. Alangkah pentingnya jika pihak sekolah menyediakan sarapan untuk muridnya, namun hal ini butuh bantuan dari berbagai pihak agar bisa terealisasi.  Untuk itulah persoalan gizi masih menjadi agenda penting di Indonesia. Tidak hanya kasus gizi buruk atau kurang, kasus kelaparan di sekolah pun terjadi. Diperlukan komitmen bersama 3 pilar negara yaitu Pemerintah, Lembaga Masyarakat dan Dunia Usaha dalam upaya pendukung hal anak sebagaimana yang tercantum dalam UU Pasal 28 Ayat 2, yaitu setiap anak pada dasarnya memiliki hak atas hidup dalam arti memperoleh kondisi yang layak untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak, bukan hanya ibu saja.

Untuk itulah hadir kerjasama antara JNE, perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik dan FOI (Foodbank of Indonesia), lembaga masyarakat yang fokus membantu dan mendampingi masyarakat yang kelaparan dan kurang gizi. Menurut Kepala SDN Gandaria Utara 11, mayoritas siswanya berasal dari golongan menengah ke bawah. Kedatangan FOI ke sekolahnya hampir tiga tahun sangat membantu sekolah. Dengan disediakan sarapan di sekolah ada peningkatan berat badan yang sesuai sesuai dengan gizi mereka, sehingga terhindar dari stunting. Riset balita stunting 26% di atas ambang batas dunia sebesar 20%. Indonesia menempati peringkat kelima di dunia. Peran orang tua juga penting untuk terus belajar untuk membuat makanan yang menarik untuk anak-anak agar mereka tertarik untuk sarapan pagi.

Kehadiran JNE diharapkan membantu mendistribusikan makanan yang akan diberikan pada anak kurang gizi dan cepat tersalurkan. Bapak Feriadi, Direktur JNE mengucapkan terimakasih pada FOI yg sudah mengambil bagian pada program sosial bekerja sama dengan JNE. Program kerjasama ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada perusahaan lainnya. Sesuai dengan bagian kerjanya, misalnya JNE dalam hal distribusi. JNE terpanggil untuk menyediakan makanan bergizi untuk anak bangsa. Karena jika anak tercukupi gizinya, maka meningkat kecerdasannya. Sehingga bisa membawa Indonesia lebih hebat. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan manfaat & kebahagiaan kepada masyarakat terutama anak2 sesuai dengan tagline nya ” Connecting Happiness”.

Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny K Rosalin meyambut baik kerjasama ini. “Kami berharap, kerjasama ini dapat mendorong upaya-upaya pemerintah mengatasi persoalan gizi anak, baik di sekolah maupun dalam keluarga. Intervensi dan edukasi gizi sangat penting dan ibu di rumah maupun guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pemenuhan hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan” kata Lenny.

Ibu Lenny

Foodbank of Indonesia (FOI) yang didirikan pada tahun 2015, berinisiatif untuk membantu persoalan gizi pada anak melalui program Mentari Bangsaku, yaitu program yang didesain untuk membantu siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) mendapatkan makanan tambahan. Menurut Hendro Utomo keberadaan FOI mungkin tidak dapat menyelesaikan semua persoalan, namun setidaknya mengurangi persoalan yang ada.

Sebagai upaya untuk membantu program pemerintah, melalui Program Indonesia Ceria (Cerita Baik Kita), FOI menggandeng dunia usaha untuk bekerjasama dan bersinergi dalam membantu mengurangi permasalahan gizi dan kelaparan di sekolah pada anak-anak. Upaya ini dilakukan untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik melalui kualitas sumberdaya manusia yang baik. Salah satu perusahaan yang terpanggil adalah JNE, yang dikenal sebagai salahs atu perusahaan logistik terbesar di Indonesia.

JNE yang telah lebih dari 27 tahun memenuhi kebutuhan pelanggannya dalam hal pengiriman ekspres dan logistik, berkontribusi untuk melakukan redistribusi makanan yang berasal dari donatur dunia usaha di bidang pangan. Stelah dijemput di lokasi-lokasi yang telah ditentukan, selanjutnya diserahkan kepada FOI untuk didistribusikan kepada sekolah dan anak-anak yang masuk dalam target dan sasaran FOI.

Selain penandatangan MOU, dilakukan juga pembagian makanan tambahan dan serah terima kendaraan operasional dari JNE kepada FOI yang akan didedikasikan untuk program Indonesia Ceria.

This entry was posted in News.

Leave a Reply