Dua Kodi Kartika, Bukti Nyata Perjuangan Bisnis Wanita

Dua Kodi Kartika merupakan buku karya Rendy Saputra, CEO dari Keke Busana. Teman-tman pasti pernah mendengar nama Keke. Saya sudah lumayan lama mengenalnya, dan terlintas di benak saya adalah Keke merupakan brand baju muslim anak yang unik dan berkualitas. Pertama kali tau tentang buku Dua Kodi Kartika itu ketika menghadiri seminar Cara Benar Jadi Pengusaha dari Kang Rendy di Gedung Kompas Gramedia. Namun waktu itu, bawa uang nya pas, alhasil ga jodoh beli bukunya hihii..

Keke Busana, Credit

Keke Busana, Credit

Singkat cerita, saya menjadi salah satu panitia Pesta Wirausaha TDA 2015 divisi Marcomm dimana Keke merupakan salah satu sponsor utamanya, alhamdulillah disana bertemu dengan Kang Rendy dan Geris dan Keke yang mengadakan bincang bisnis bareng jurnalis. Kami diberikan buku Dua Kodi Kartika satu-satu. Tampilan covernya sangat menarik, simple tapi sarat makna dengan warna merah marun khas Keke.

Buku Dua Kodi Kartika

Buku Dua Kodi Kartika

Sesampainya di rumah, saya membacanya dan ga bisa berhenti sampai selesai. Sebenarnya apa si istimewanya buku ini? mari kita bahas pemirsa.. Buku ini menceritakan tentang 40 kisah pembelajaran hidup dari pemilik Keke Busana. Siapa dia? dia bernama Ika Kartika Sari. Rendy sang penulis menuturkan Bunda Tika, begitu ia akrab menyapanya merupakan sosok yang luar biasa di balik keberhasilan Keke menjadi sebuah brand nasional yang di segani. Rendy dan Bunda Tika bertemu tidak sengaja dalam sebuah pelatihan. Disana Bunda Tika mempunyai insting bahwa Rendy bisa lebih memajukan Keke, dan ternyata feeling nya tidak salah. Terus terang saya sangat kagum dengan sosok Bunda Tika dan berharap suatu saat bertemu langsung.. rasanya pengen bilang angkat saya jadi muridmu suhu hehe…

Mengapa? Bunda Tika ini membangun Keke dari 0, dari dia masih bekerja sebagai sekretaris direksi sebuah perusahaan. Awal bisnisnya bermula ketika membantu perusahaan konveksi milik temannya yang terancam bangkrut. Dia membantunya dengan memberikan order sebanyak 2 kodi. Nah, makanya buku ini di beri judul Dua Kodi Kartika. Artinya, Bunda Tika memulai usaha ini dengan menjual dua kodi pakaian yang dia tawarkan ke Tanah Abang. Apakah usahanya langsung mulus? oohh tentu tidak, seperti pengalaman jatuh bangun pengusaha hebat lainnya di awal, Bunda Tika sering mangalami penolakan, namun dia tidak menyerah.. sampai akhirnya usahanya membuahkan hasil. Usaha konveksinya ini dia mulai sambil tetap bekerja sebagai sekretaris direksi. Dia harus berangkat di pagi buta dari daerah Bogor dengan KRL kemudian bekerja sampai jam 5. Setelah itu beliau baru menjalankan usahanya. Beli bahan, ke penjahit, menawarkan dagangan dll. Pulang ke Bogor sudah lewat tengah malam, dan sang suami kerap memasang kain untuk mengikat badan Bunda Tika ke motornya untuk memastikan Bunda Tika tidak jatuh atau takut mengantuk. Mereka baru tiba di Bogor sekitar pukul 1 atau 2 malam. Luar biasa sekali.. bahkan terkadang sampai malam pun Bunda Tika masih mendesain dll..

Beberapa pelajaran yang bisa saya petik adalah (dan sisanya anda wajib membacanya sendiri) 🙂

  1. Milikilah motivasi yang besar ketika melakukan sesuatu, termasuk bisnis, seperti Bunda Tika yang mempunyai motivasi untuk menyekolahkan ketiga anak perempuannya sekolah keluar negeri.
  2. Lakukan apa yang orang biasa tidak ingin melakukannya untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Bunda Tika mau bersusah payah di awal yang belum tentu orang kebanyakan mau lakukan. Tidur hanya 2-3 jam sehari, menerima penolakan berkali-kali dll.
  3. Berwirausaha adalah tentang seberapa besar kita mau bangkit ketika mengadapi masalah, seperti Bunda Tika yang mengalami kerugian hampir 1M dan uang tersebut ada uang yang berasal dari pinjaman. Namun Bunda Tika tidak lari, berusaha menghadai sampai masalahnya selesai…
  4. Selalu melibatkan Tuhan. Ya Bunda Tika selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap langkahnya. Contohnya ketika menghadapi masalah tagihan yang macet ke distributor sedangkan disisi lain harus menggaji dan pembayarannya lainnya sebesar 400 jutaan, beliau bersedekah dengan sisa uang yang ada, alhamdulillah pada waktu yang di tentukan, Allah menunjukan kebesarannya dan Bunda Tika berhasil keluar dari masalah tersebut.
  5. Leading with example. Bunda Tika bukan tipe pemimpin yang otoriter. Beliau tanpa ragu turun langsung ke lapangan, walaupun sudah berstatus sebagai owner. Beliau masih mendesain baju, bahkan tidak segan turun ke bagai produksi sampai tertidur disana. Itulah yang mambuat para karyawannya menaruh respek yang sangat besar.
  6. Seyogyanya muslim itu harus kaya, karena jika kita kaya maka kita bisa menjadi Rahmatan Lil Alamin. Bunda Tika menjadi contoh nyata seorang pejuang wanita yang memberikan dampak sosial dan ekonomi yang sanagt besar untuk karyawan dan warga Bojong Gede..

Untuk saya sosok Bunda Tika merupaka panutan, bagaimana bukti nyata perjuangan seorang wanita. Saya semakin terinspirasi untuk juga bisa bermanfaat melalui SMK ITACO dan Siswa Wirausaha. Saya tidak boleh menyerah karena saya memiliki tujuan akhir, yaitu bagaimana memandirikan siswa pra sejahtera untuk mengeyam pendidikan melalui wirausaha. Semoga kedepannya, usaha kami lebih di lancarkan sehingga bisa banyak membantu siswa pra sejahtera, mungkin salah satunya bisa bekerja sama dengan Keke, dalam pembuatan kerajinan dari kain perca.. semoga langkah kami di ridhoi..aamiin.. terima kasih Kang Rendy, terima kasih Bunda Tika…

Oya penasaran dengan kisah pembelajaran lainnya? langsung aja ke toko buku terdekat dan dapatkan buku Dua Kodi Kartika, terbitan Gramedia ini..dijamin ada semangat baru setelah membacanya 🙂

 

4 comments

Leave a Reply