Cerdas Finansial Sejak Dini Bersama Prestasi Junior indonesia dan Citi Indonesia

Kemarin, saya diundang oleh Citi Indonesia yang bersama-sama dengan Prestasi Junior Indonesia menyelenggarakan acara Seminar Parenting tentang Cerdas Finansial Sejak Dini. Event ini bertempet di SDN Ragunan 12 Jakarta. Para orang tua diajak untuk menyadari pentingnya mengenalkan serta mengajarkan cara mengelola keuangan sejak dini kepada anak-anak mereka. Pada talkshow ini, Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi., hadir sebagai narasumber yang berbagi informasi kepada orang tua siswa kelas 3,4, dan 5 mengenai kiat membentuk pola pikir dan perilaku anak-anak yang tidak konsumtif.

Mau tau lanjutannya? baca terus ya!

Acara dibuka oleh sambutan dari Ibu Kepala Sekolah SDN Ragunan 12, Bapak Ananta dari Citibank dan juga dari Bapak Robert Gardiner – Management Advisor Prestasi Junior Indonesia yang menjelaskan tentang pentingnya menabung sejak dini. Terakhir sambutan dari Bapak Thamrin selaku perwakilan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Ananta Wisesa, Head of External Communications Citi Indonesia; Joko Susilo, Pengawas Pelaksana Pendidikan Pasar Minggu; Robert Gardiner, Management Advisor Prestasi Junior Indonesia; Roslina Verauli, M.Psi., Psikolog Anak; Elvera N. Makki, Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia; Isbadyah, S.Pd., Kepala SDN Ragunan 12; M. Tamrin, perwakilan Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Mba Vera kemudian memulai sesi sharingnya yang dibuka dengan pertanyaan siapakan diantara para audience yang sering tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Kaum ibu terutama seringkali tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Padahal jika kita selalu mengedepankan nafsu konsumsi, maka siap-siap akan terjebak dalam kondisi berlali di Hedonic Treadmil. Nah apa sebenarnya beda antara kebutuhan dan keinginan? kalo saya singkatnya adalah merupakan kebutuhan, jika tidak dipenuhi akan mempengaruhi kelangsungan hidup. Jika tidak mempengaruhi, maka itu sebatas keinginan. Contohnya, kita lapar. Nah jika kita makan itu merupakan kebutuhan. Namun jika makan maunya di restoran atau di tempat mahal itu sudah merupakan kenginan. Karena sebenarnya yang dibutuhkan hanya makan yang bergizi dan itu ga harus di restoran mahal.

Ibu Roslina Verauli

Beberapa poin lain yang disampaikan adalah :

  • Tidak apa-apa mempunyai cicilan asal untuk tujuan produktif, bukan konsumtif
  • Ketika kita membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan, tapi mendatangkan rasa bahagia, kayaknya ada yg salah. Mungkin kita hanya butuh penghargaan
  • Anak belajar tentang gaya hidup dan bagaimana orang tua spend money. Anak belajar gaya hidup konsumtif/hemat dari orang tua
  • Sebaiknya menabung itu di awal bukan di akhir bulan, jadi pas dapat penghasilan, sebaiknya menabung/investasi di awal
  • Sebaiknya ke anak bilangnya uang saku bukan uang jajan, karena uang jajan uangnya harus di habiskan untuk jajan, kalo uang saku bisa untuk di tabung
  • Pengaruh kelas sosial, struktur keluarga, pengalaman hidup dan budaya sangat mempengaruhi prilaku kita dalam mengelola uang
  • Bagaimana meredam keinginan jajan anak-anak? coba telusuri dulu kegiatan anak. Bisa jadi anak cuma lagi bete. Coba ajak main dulu, alihkan perhatiannya
  • Jangan terlalu banyak memberikan iming-iming reward kepada anak
  • Ajari anak belajar menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung agar mereka mampu membeli sesuatu yang dibutuhkan di kemudian hari. Hal ini akan membentuk kebiasaan positif anak untuk menggunakan uang secara bertanggung jawab
  • Ajarkan juga anak untuk peduli pada kesulitan orang lain. Empati terhadap penderitaan orang lain akan membuat anak merasa bahagia dengan dirinya. Jadi selain menabung utk diri sendiri, ajarkan juga utk berdonasi

Mba Vera juga menjelaskan fakta bahwa 1/3 pekerja melaporkan menghadapi tekanan keuangan yang sangat tinggi hingga mempengaruhi kinerjanya dan 53% pekerja melaporkan ketidakpuasan tentang situasi keuangan pribadinya. Untuk mencegah terjadinya hal diatas, sebaikanya kita mengenalkan keuangan sedini mingkin pada anak. Faktanya anak SD sudah mampu mengenal uang baik sebagai alat tukar maupun pengukur nilai. Anak SD juga sudah mampu menggunkan uang untuk keperluannya, kita bisa mengajarkan budgeting sederhana. Misal dengan mencatat pemasukan dan pengeluarannya. Anak juga bisa kita ajarkan untuk menabung, dan jika sudah terkumpul banyak bisa di simpan di Bank agar lebih aman. Saat ini banyak program tabungan untuk anak di beberapa bank. Dan, akan lebih bagus lagi jika anak dikenalkan dengan entrepreneuership, sehingga bisa mengerati darimana uang berasal dan lebih bisa menghargai uang sebagai simbol rasa aman dan kendali bukan kesenangan semata. Bagaimana solusi cerdas finansial? ikuti program pendidikan keuangan untuk mampu mengatasi masalah keuangan. Faktanya, 75% individu menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengambil keputusan keuangan.

Seluruh Peserta dan Narasumber

Bagaimana metode efektif cerdas financial pada anak?

  • Harus mampu menjadi model perilaku yang baik untuk anak. Uang pada anak-anak bukan yang utama
  • Berikan penalaran yang logis. Sesimple, berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian, menabung atau berkorban dahulu untuk memperoleh sesuatu. Uang tidak datang dengan instan
  • Ajak anak diskusi dan berikan kesempatan misal berikan celengan dengan bentuk lucu, sehingga anak termotiasi untuk nabung dan tidak memandang uang semata hanya untuk jajan.

Anak-anak Belajar Keuangan

Setelah acara seminar selesai kami diajak masuk ke ruangan siswa yang sedang mengikuti kegiatan “Digital Financial Literacy for Children” melalui pendanaan Citi Foundation. Program ini melibatkan 2.947 siswa dari 12 sekolah dasar di 5 kota besar. Program ini berangkat dari tingginya perkembangan gadget pada dunia anak. Kini, anak-anak menghabiskan waktu yang cukup lama dalam sehari untuk bermain gadget. Sehingga, pembentukan budaya pengelolaan keuangan yang sehat diharapkan dapat terbantu dan diterapkan oleh orang tua melalui digitalisasi. Pemahaman pengelolaan keuangan ini dapat diselipkan pada waktu anak bermain gadget. Dalam program ini, siswa belajar mengenai manfaat menabung, perbedaan kebutuhan dan keinginan, metode pembayaran yang tersedia di pasar serta pengetahuan dasar terkait pengetahuan. Setiap siswa difasilitasi tablet, yang dapat digunakan untuk belajar interaktif serta kelompok.

Ibu Elvera Makki

Tentang Prestasi Junior Indonesia

Prestasi Junior Indonesia (PJI) adalah anggota organisasi non-profit terbesar di dunia, Junior Achievement Worldwide, yang berfokus pada pendidikan kewirausahaan, kesiapan kerja dan kesadaran finansial. Junior Achievement Worldwide, beroperasi di 123 negara yang menerapkan kemitraan inovatif antara komunitas bisnis, para pengajar dan relawan.PJI mengembangkan kepemimpinan bisnis dan kewirausahaan dalam mengajarkan keterampilan keuangan pribadi dan juga meningkatkan kesadaran finansial. Organisasi ini memiliki lebih dari 27 program untuk siswa, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dan memberikan kesempatan bagi para profesional bisnis untuk dapat terlibat dalam pendidikan generasi muda Indonesia. Korporasi, Yayasan dan Individu ikut mendukung Prestasi Junior Indonesia dan terlibat aktif membantu generasi muda Indonesia dalam mempelajari tentang pekerjaan, bisnis dan keuangan.

Informasi lebih lanjut dapat mengakses:

Website: www.prestasijunior.org | Instagram: @prestasijunior

Facebook: www.facebook.com/prestasijuniorID | Twitter: @PrestasiJunior

Tentang Citibank N.A. Indonesia

Citibank N.A., Indonesia merupakan cabang dari Citibank N.A., New York, USA. Di Indonesia, Citibank N.A., Indonesia telah berdiri sejak tahun 1968 dan dan merupakan salah satu bank berjaringan internasional terbesar di negara ini. Citibank N.A., Indonesiamengoperasikan 10 cabang di enam kota besar – Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Denpasar. Di Indonesia, Citibank memiliki jaringan transaksi konsumen sekitar 33.000 titik pembayaran dan jaringan distribusi korporasi sekitar 6.000 lokasi di 34 provinsi. Citibank N.A., Indonesia tersambung dalam jaringan ATM Bersama dengan lebih dari 70.000 terminal ATM yang tersebar di berbagai lokasi di seluruh wilayah Indonesia.

Di tahun 2017, Citibank N.A., Indonesiamendapatkan penghargaan bergengsi sebagai Best Corporate/Institutional Digital Bank dan Best Consumer Digital Bank dari Global Finance Magazine, Best of the Best Philanthropy, Best Employee Volunteering dan Best Social PR Program dari Mix Magazine, Best Foreign Bank di Indonesia dari Finance Asia, Bank dengan Kepatuhan Pelaporan Terbaik di Kategori LLD (Lalu Lintas Devisa) dan DHE (Devisa Hasil Ekspor) dari Bank Indonesia, The Asset Asian Triple-A Awards sebagai Best e-Bank in Indonesia, Best Bank – Global in Indonesia, Best Corporate and Institutional Bank – Global in Indonesia, Best Corporate Bond in Indonesia, dan Best Liability Management in Indonesia serta Best Perform in Custodian Bank dan Indonesia Digital Innovation Award 2017 di kategori Bank Asing dari majalah Warta Ekonomi. Tahun 2016 ini Citibank Indonesia mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain dari Triple-A Asset Awards sebagai “Best e-Bank in Indonesia” dan dari Global Finance sebagai “The Best Digital Bank”, dari Finance Asia dan dari Alpha Southeast Asia sebagai “Best Foreign Bank in Indonesia”, dari majalah SWA sebagai co-winner “ Best Companies in Creating Leaders from Within”, dari majalah Warta Ekonomi sebagai “Best Digital Innovation Awards for Banking in the Category of Top 1 Foregin Bank”, dari Global Finance sebagai “Best Digital Corporate/Institutional Bank”, dari Euromoney di tingkat Asia sebagai “Best Bank for Transaction Services in Asia”, serta dari majalah Mix dalam Best Corporate Social Initiative 2016 sebagai “Best Employee Volunteering”. PT Citigroup Sekuritas Indonesia (PT CSI) memenangkan “Best Securities 2016” di kategori aset di atas Rp 1 Triliun dari Majalah Investor.

Informasi lebih lengkap dapat diperoleh di:

Website: www.citigroup.com | Twitter: @citi | Youtube: www.youtube.com/citi | Blog: http://blog.citigroup.com Facebook: www.facebook.com/citiindonesia | LinkedIn: www.linkedin.com/company/citi

Untuk mendapatkan pengalaman perbankan digital, silahkan kunjungi www.citibank.co.id

One comment

Leave a Reply