Asah Kemampuan Bisnis dan Jiwa Sosial Pelajar, Citi Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia Dukung Lahirnya Sociopreneur Muda

Pada tanggal 21 Agustus 2018 di Jakarta, Citi Indonesia (Citibank) melalui payung seluruh kegiatan CSR-nya, Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) melanjutkan komitmennya dalam mendukung generasi muda untuk menjadi pebisnis cakap yang juga berjiwa sosial melalui diskusi bertajuk ‘Sociopreneur Talks: Social Enterprise Empowers People’yang diselenggarakan di @America, Pacific Place. Dengan menghadirkan para sociopreneur muda sukses sebagai narasumber, kegiatan ini menjadi sebuah sarana berbagi wawasan dan inspirasi tentangkonsep dasar serta potensi masa depan kewirausahaan sosial kepada ratusan pelajar SMA/SMK di Jakarta.

Kegiatan ini pun merupakan bagian dari program edukasi “Youth Sociopreneur Initiative” yang digagas oleh PJI dan didukung oleh Citibank, yang telah memasuki tahun implementasi keempat. Sejak 2014, program yang didanai Citi Foundation ini telah berhasil memberikan dampak positif bagi 37.797 pelajar dari 112 SMA/K di 6 (enam) kota Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Denpasar dan Medan.

Sociopreneur Talks: Social Enterprise Empowers People sumber foto : R&R

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki menyampaikan perhatian besar yang diberikan Citibank terhadap kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi generasi muda atau youth economic opportunities, bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tapi juga masyarakat sekitar. “Indikator kesuksesan sociopreneur bukan hanya diukur dari jumlah profit yang mampu dihasilkan, tapi lebih jauh, seberapa besar dampak sosial yang tercipta dari usaha yang dibangun. Melalui program kewirausahaan muda ini, kami berupaya membentuk wirausaha sosial muda dengan karakter pebisnis andal yang mahir dalam hal pengelolaan keuangan, serta memiliki orientasi dalam membantu penyelesaian masalah sosial yang tengah terjadi di lingkungan mereka,” ujar Vera.

Management Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner menjelaskan, “Generasi muda yang tengah mendominasi penduduk Indonesia perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas potensi diri, khususnya kewirausahaan, guna mendorong produktivitas mereka. Bersama Citibank, kami akan terus memberikan pembinaan kewirausahaan sosial kepada pelajar SMA dan SMK di sejumlah kota di Indonesia. Upaya berkelanjutan ini dilakukan untuk mendorong generasi muda menjadi sociopreneur yang jeli melihat potensi lokal, tumbuh sukses secara individu, sekaligus memberikan dampak positif ekonomi kepada komunitas di sekitar mereka.”

Harapan pada generasi muda untuk terjun menjadi sociopreneur juga disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Presiden mengajak para penerus bangsa untuk berpartisipasi menciptakan ekosistem kewirausahaan, yang bukan hanya mampu menghasilkan peluang kerja, tapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat.[1] Minat dan antusiasme generasi muda terhadap kewirausahaan sosial atau yang dikenal dengan sociopreneurjuga terus bergerak ke arah yangpositif. Sebut saja rintisan aplikasi transportasi online yang berhasil memberdayakan ratusan ribu pengemudi, atau maraknya bisnis berbasis penggalangan dana, yang kehadirannya diterima dengan baik oleh masyarakat.

Melalui “Youth Sociopreneur Initiative”, para siswa dibina untuk mendirikan dan mengoperasikan sebuah perusahaan (SC-Student Company) di sekolah. Hal ini termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan. Selama periode program, para pelajar juga telah mendapatkan pendampingan bisnis secara intensif dari mentor PJI dan karyawanCitibank yang tergabung dalam Citi Volunteers. Selain itu, program ini juga mendorong para siswa untuk menciptakan usaha yang bukan hanya memenuhi kebutuhan, tapi juga mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat saat ini.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki (tengah), berbincang dengan perwakilan Sagasco SC, didampingi oleh Management Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner (kiri). sumber foto : R&R

Di kompetisi periode 2017-2018,Sagasco merupakan SC dariSMAN 3 Semarang yang berhasil mengalahkan 34 SMA dan SMK di tingkat nasional dan terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk berkompetisi di tingkat Asia Pasifik yang akan digelar di Filipina pada Maret 2019 mendatang. Pada kompetisi ini, mereka akan bersaing dengan SC dari 13 negara Asia Pasifik lainnya.

Fokus pada sociopreneurship sekaligus ecopreneurship, Sagasco SC memulai ide bisnis yang digerakkan atas kepedulian terhadap dampak negatif dari eceng gondok di area Rawa Pening yang mulai membahayakan keberlangsungan lingkungan serta mengganggu industri perikanan dan pariwisata daerah. Berkolaborasi dengan masyarakat dan pengrajin setempat, Sagasco SC sukses memproduksi Echoes – produk alas kaki berbahan dasar eceng gondok yang dipadukan dengan motif batik khas Semarang. Menghasilkan produk berdaya guna yang ramah lingkungandengan sematan nilai kebudayaan dan memiliki nilai jual baik.

“Kesempatan mewakili Indonesia di ajang kompetisi bisnis internasional menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang kami emban bersama. Tentunya, pencapaian ini dapat kami raih berkat bimbingan dan dukungan yang dberikan oleh Citibank Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia. Sagasco SC berharap, usaha yang kami rintis saat ini dapat terus berkembang dan menebar manfaat, serta mampu menginspirasi teman-teman wirausaha muda untuk berani memulai bisnis sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan sosial,” ungkap M. Zinedine Alam Ganjar, siswa SMAN 3 Semarang yang menjadi President Director Sagasco SC.

Foto bersama sumber foto : R&R

“Tentunya kami berharap pertumbuhan kewirausahaan sosial di tanah air, bukan hanya menjadi tren yang berlangsung sementara, tapi dapat terus berkembang dan menciptakan ekosistem bisnis yang mampu memberi dampak sosial nyata dan berkelanjutan. Kami percaya, kehadiran sociopreneur muda mampu menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi solusi bagi persoalan sosial dan ekonomi bangsa,” tutup Vera.

[1]Paparan Presiden Joko Widodo pada kuliah umum dalam rangka Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada. Setkab RI, 19/12/2017.

Leave a Reply