Apa Itu Asuransi Jiwa dan Bagaimana Memanfaatkannya

Pada awal milenium ketiga, mungkin banyak orang langsung mengernyit begitu mendengar kata “asuransi jiwa”. Sekarang orang lebih paham soal apa itu asuransi jiwa dan bagaimana memanfaatkannya. Asuransi jiwa adalah layanan berupa perlindungan atas risiko berkaitan dengan kondisi finansial pada orang yang meninggal atau pihak yang menjadi tertanggung. Ibarat alat pemadam ringan di mobil, asuransi jiwa tak selalu terlihat posisi pentingnya.

Tapi, saat terjadi hal yang tak diinginkan, yakni mobil terbakar karena korsleting, alat pemadam itu langsung sangat terasa bagaimana pentingnya. Sayangnya, tak sedikit yang meminggirkan atau menganggap remeh pemadam di mobil. Padahal ketersediaan pemadam bisa menekan risiko kerugian yang lebih besar saat mobil terbakar. Itulah yang juga menjadi karakter asuransi jiwa. Asuransi jiwa memberikan perlindungan kepada orang yang menjadi tertanggung agar tidak terjebak dalam sengkarut ekonomi akibat meninggalnya pencari nafkah dalam suatu keluarga. Misalnya Abah adalah kepala keluarga sekaligus pencari nafkah utama yang bekerja sebagai driver ojek online.

Suatu ketika, Abah terlibat kecelakaan dan berpulang saat bekerja. Sedangkan di rumah ada istri yang menjadi ibu rumah tangga dan dua anak yang masih sekolah. Bila Abah punya asuransi jiwa, keluarga akan menerima uang pertanggungan sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Nilai uang pertanggungan bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung jenis asuransi dan polis. Yang pasti, keluarga Abah terhindar dari risiko kesulitan finansial lantaran sang pencari nafkah meninggal. Uang pertanggungan bisa dipakai istri untuk modal usaha, misalnya. Kedua anak Abah pun bisa meneruskan sekolah hingga tamat dengan biaya dari uang asuransi tersebut.

Bagaimana Memanfaatkan Asuransi Jiwa

Pada prinsipnya, semua orang membutuhkan manfaat perlindungan dari asuransi jiwa. Tapi jenis asuransi jiwa menawarkan manfaat berbeda. Setiap perusahaan asuransi pun memiliki program asuransi jiwa yang menonjolkan kelebihan masing-masing. Jenis asuransi jiwa bisa dikategorikan menjadi dua kelompok besar, yaitu asuransi jiwa tradisional dan nontradisional. Namun asuransi jiwa tradisional masih dibedakan lagi menjadi tiga jenis.

Untuk mengetahui bagaimana memanfaatkan asuransi jiwa, kita perlu tahu dulu jenis asuransi jiwa yang cocok dengan kebutuhan. Sebab, kebutuhan antara satu orang dan yang lain kemungkinan besar berbeda.

Asuransi Jiwa Tradisional

– Asuransi Jiwa Berjangka

Jenis asuransi jiwa ini melindungi tertanggung dalam periode tertentu. Misalnya 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan seterusnya. Jadi uang pertanggungan diberikan ketika risiko terjadi dalam periode tersebut.

Biasanya pembelian rumah secara kredit dari bank disertai dengan asuransi jiwa berjangka. Lama pertanggungan sesuai dengan lama tenor kredit pemilikan rumah tersebut.

Ketika pembeli rumah atau pihak tertanggung mengalami risiko yang ditanggung asuransi jiwa, KPR tetap aman. Kredit tidak seret ataupun macet karena ada uang pertanggungan dari asuransi jiwa berjangka yang diikuti.

Secara umum, premi asuransi jiwa berjangka amat terjangkau. Bahkan dibanding jenis asuransi jiwa lain preminya bisa dikatakan paling murah.

– Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa seumur hidup memberikan perlindungan kepada tertanggung seumur hidup. Namun bukan berarti benar-benar sepanjang hayatnya. Pihak asuransi umumnya mematok batas umur hingga 99 tahun.

Uang pertanggungan bisa dicairkan jika tertanggung masih hidup hingga batas umur tersebut. Dengan begitu, manfaat asuransi jiwa yang diikuti tetap bisa dinikmati.

Asuransi jiwa ini cocok buat mereka yang hendak memperoleh proteksi dalam periode lama. Preminya lebih tinggi daripada asuransi jiwa berjangka.

– Asuransi Jiwa Dwiguna

Jenis asuransi  jiwaini juga kerap disebut sebagai asuransi jiwa endowment. Dwiguna di sini berarti asuransi tersebut punya manfaat ganda.

Pertama sebagai perlindungan bagi pihak tertanggung. Kedua sebagai tabungan yang bisa ditarik ketika risiko tidak terjadi hingga batas waktu perjanjian.

Pihak asuransi akan memberikan ilustrasi hitungan tabungan atau nilai tunai dari uang pertanggungan sebelum polis aktif. Tabungan ini berbeda dengan tabungan di bank, di mana ada kartu ATM, bunga, dan lain-lain.

Asuransi Nontradisional

Hanya ada satu jenis asuransi jiwa non-tradisional, yakni asuransi jiwa unit link. Bisa dikatakan asuransi jiwa ini adalah pengembangan dari asuransi jiwa dwiguna.

Unit link adalah sarana investasi yang tertanam dalam asuransi. Jadi tertanggung mendapat manfaat asuransi sekaligus investasi.

Namun berbeda dengan tabungan, hasil investasi dalam asuransi jiwa unit link bersifat tidak pasti. Ilustrasi imbal hasil investasi unit link mungkin menggiurkan, tapi pada kenyataannya bisa berbeda.

Sebab, imbal hasil investasi dipengaruhi banyak hal. Makin tinggi potensi imbal hasil, makin besar risikonya. Dengan kata lain, investasi itu bisa juga mendatangkan kerugian alih-alih keuntungan karena risiko yang terjadi.

Dari penjelasan di atas, kita bisa mengukur kebutuhan dan menyesuaikannya dengan jenis asuransi jiwa yang cocok. Kesesuaian ini penting agar kita bisa menarik manfaat asuransi jiwa dengan maksimal.

Untuk mendapat penawaran program asuransi jiwa dari perusahaan-perusahaan yang kredibel di Indonesia, kita bisa mengakses platform marketplace asuransi seperti Lifepal. Di sana kita bisa mencermati, mencerna, sekaligus mendaftarkan diri ikut asuransi jiwa untuk melindungi keuangan pada masa depan.

Leave a Reply