25 Tahun Dompet Dhuafa, Kuatkan Pemberdayaan Dhuafa Melalui Social Entreprise

Minggu lalu, saya bersyukur mendapatkan kesempatan menghadiri acara Public Expose 2018 Dompet Dhuafa. Mengapa? saya termasuk salah satu yang mengagumi DD karena kiprahnya yang luar biasa di masyarakat. Selain itu, saya ingin belajar banyak terutama tentang social entreprise karena kebetulan saat ini saya sedang mengembangkan siswawirausaha.com, sebagai social entreprise untuk membantu biaya pendidikan siswa pra sejahtera.

Saat ini, terdapat sekitar 29 juta orang miskin. Dari total 176,74 juta peserta BPJS Kesehatan, sebanyak 92 juta (52%) merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Indonesia adalah negara dengan tingkat kesejangan paling tinggi urutan ke-4 di dunia. Artinya indeks gininya tinggi. Kekayaan perorang meningkat 6 kali lipat selama periode 2000-2016, namun menurut standar internasional, kekayaan rata-rata orang di Indonesia masih rendah. Total harta empat orang terkaya di Indonesia tercatat 25 miliar dollar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin (Oxfam International). Betapa kesejangan masih menjadi masalah utama di Indonesia, meskipun di sinyalir saat ini golongan penduduk kelas menengah ada sekitar 130 juta orang.

Diusianya yang sudah menginjak 25 tahun atau usia perak, DD mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus bersama memajukan bangsa. Tercatat DD memiliki 17 cabang dan perwakilan dalan negeri, 5 cabang berada diluar negeri, 9 kantor layanan, 138 program, 18 gerai sehat layanan kesehatan cuma-cuma, 5 rumah sakit, 4 sekolah, 7 outlet Dayamart, 1 De Fresh, 11 unit Bisnis, sebagian besar pertumbuhan merupakan hasil pendekatan Dompet Dhuafa terhadap khasanah budaya lokal. (Selasa, 30/01)

Menurut drg. Imam Rulyawan MARS, sebagai Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi mengatakan “Dompet Dhuafa selama perjalanan 25 tahun ini, semakin menguatkan potensi lokal dengan menjalankan konsep Social Enterprise seperti program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya”

Jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa dari tahun 1993 hingga tahun 2017 sebanyak 16.80 juta jiwa dan layanan, sementara jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa di Tahun 2017 sebanyak 1,76 juta jiwa dan layanan, sinergi antara Dompet Dhuafa Filantropi dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise terus melebarkan sayap dengan berbagai program untuk bahu membahu membangun program yang berkelanjutan. Sementara jumlah penerima manfaat yang berada di luar negara 82.882 jiwa dan layanan. “Dompet Dhuafa Social Enterprise melakukan pengembangan dan penguatan usaha-usaha dengan berbasis Social Enterprise yang profesional menuju kemandirian usaha dan menciptakan nilai nilai social dalam rangka meningkatkan pemerataan social, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, tutur Iwan Ridwan selaku Direktur Dompet Dhuafa Sosial Enterprise.

Pada bidang retail bisnis, melalui unit usaha Dompet Dhuafa Niaga selama tahun 2017 telah dikembangkan unit Usaha Daya Mart yaitu model bisnis retail berbasis pemberdayaan dengan konsep 100% kepemilikian diarahkan untuk kaum Dhuafa. Sebagai piloting Daya Mart dikembangkan di daerah Sumatra Barat dan selama tahun 2017 sudah dibuka sebanyak enam gerai dengan manajemen dari Dompet Dhuafa Niaga. Daya Mart juga dapat menampung produk Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah (UMKM) local untuk dipasarkan melalui Daya Mart. Strategi yang di kembangkan Daya Mart antara lain memperkuat permodalan dan membangun jaringan distribusi dengan warung/kios di sekitar Daya Mart. Selain itu pada bidang agro Industri Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) melalui PT. Karya Masyarakat Mandiri (KMM) dengan program Indonesia Berdaya telah mengolah lahan seluas 8.5 hektar yang ditanami dengan aneka tanaman buah diantaranya buah naga, nanas, papaya, jambu kristal dan alpukat yang ditanami secara tumpang sari di daerah Subang Jawa Barat. Pada perkebunan tersebut rencananya akan segera dibangun pabrik ekstrak buah dan makanan olahan (selai, sirup dan lainnya). Pabrik tersebut diharapkan dapat berproduksi secara padat karya dan menyerap tenaga kerja dari kalangan kaum dhuafa.

Sementara pada bidang kesehatan DDSE selama tahun 2017 mengembangkan social hospital network yaitu rumah sakit berbasis wakaf untuk melayani kaum dhuafa. Saat ini sudah berdiri 5 Rumah Sakit berbasis wakaf, yaitu 1. Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu; 2. Rumah Sakit Aka Medika Sri Bawono Lampung Timur; 3. Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayidah Jakarta Timur; 4. Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi Serang dan 5. Rumah Sakit Lancang Kuning Riau. Konsep social hospital network nantinya setiap Rumah Sakit afiliasi Dompet Dhuafa akan dikelilingi minimal empat klinik sebagai feeder Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dengan demikian akan semakin banyak kaum dhuafa yang dapat dilayani.

Dompet dhuafa pada tahun 2017. Terus menggelorakan aksi respon kemanusiaan berskala Internasional dengan menyalurkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan di kamp pengungsi korban perang di Kamp Harjelle, Suriah pada Februari sementara di bulan September 2017, Dompet Dhuafa yang didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi para pengungsi di Kamp Cox’s Bazar.

Hingga tahun 2017, Dompet Dhuafa telah memilki jumlah relawan mencapai 8.481 orang yang tersebar pada di seluruh Indonesia, jumlah ini meningkat pada kurun waktu 4 tahun terakhir sebesar 21.5%. sementara di tahun 2017 Dompet Dhuafa telah menghimpun sebanyak 340,78 Milyar dengan penyaluran sebanyak 274,82 Milyar. Lima pilar yang dimiliki Dompet Dhuafa seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial, dan Dakwah menjadi pondasi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Melihat capaian yang luar biasa dari DD, kami berharap bisa bersinergi kedepannya. Banyak hal yang bisa kami sinergikan seperti produksi, pemasaran serta pengembangan mutu pendidikan yang berbasis skill dan wirausaha, sehingga siswa dari kalangan pra sejahtera bisa memutus rantai kemiskinan keluarga.

Kegiatan Siswa Wirausaha

Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 24 tahun lebih Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

www.dompetdhuafaorg

IG : @dompet_dhuafa

FB : dompet dhuafa

This entry was posted in News.

One comment

Leave a Reply